Tetap Semangat Nyoblos di Tengah Kepungan Banjir

Pemilu

Rabu, 17 April 2019 | 17:09 WIB

190417171107-tetap.jpg

Engkos Kosasih

SEJUMLAH warga korban banjir terlihat antusias menggunakan hak pilihnya pada pelaksanaan pemilihan umum (pemilu) presiden dan legislatif di Kelurahan Andir dan Kelurahan Baleendah Kecamatan Baleendah Kabupaten Bandung, Rabu (17/4/2019). Partisipasi pemilih di kawasan banjir Kecamatan Baleendah itu, khususnya di beberapa tempat pemungutan suara (TPS) mencapai di atas 70 persen.

Pantauan galamedianews.com di lokasi banjir Kelurahan Andir, sejumlah warga korban banjir yang akan pergi dan menggunakan hak pilihnya pada pemilu tersebut terlihat menggunakan fasilitas perahu yang sudah disiapkan dan difasilitasi pemerintahan setempat. Jajaran Polri, TNI, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bandung, Satuan Polisi Pamong Praja dan para relawan turut membantu warga menaiki perahu yang akan menggunakan hak pilihnya di TPS di Kelurahan Andir tersebut.

Pada saat pencoblosan, sejumlah kawasan permukiman maupun ruas jalan di Kelurahan Andir masih tergenang banjir. Sehingga warga yang akan menggunakan hak pilihnya dan pergi ke TPS harus menggunakan perahu yang sudah difasilitasi sebelumnya.

Tetapi banyak juga warga pemilih yang akan menggunakan hak pilihnya pergi ke TPS menggunakan perahu melalui aliran Sungai Citarum. Hal itu memudahkan warga untuk menggunakan hak pilihnya dalam kondisi banjir, baik di Kelurahan Andir maupun Baleendah. Meski dilanda banjir, TPS-TPS yang terdampak banjir direlokasi ke tempat aman dari ancaman banjir.

Begitu juga partisipasi pemilih pada pelaksanaan pemilu presiden dan wakil presiden di kawasan banjir Kelurahan Baleendah Kecamatan Baleendah juga cukup tinggi. Di antaranya di TPS 136 dan TPS 137, yang berlokasi di bantaran Sungai Citarum Kelurahan Baleendah.

Tingginya partisipasi warga korban banjir yang datang ke TPS-TPS itu diketahui dari daftar pemilih yang datang ke TPS. Misalnya, saat Camat Baleendah Drs. Meman Nurjaman bersama galamedianews.com mengajak komunikasi dengan petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di TPS 136, dari 225 daftar pemilih tetap (DPT) yang hadir 190 pemilih. Sedangkan di TPS 137, dari 190 daftar pemilih tetap yang hadir 170 pemilih. Namun ada di antara pemilih di TPS 137 yang meninggal dunia.

Meman Nurjaman mengatakan, melihat kehadiran pemilih di dua TPS itu, yang umumnya warga korban banjir di Kelurahan Baleendah Kecamatan Baleendah itu cukup tinggi, yaitu bisa diatas 70 persen.

"Di Kecamatan Baleendah, khususnya di Kelurahan Andir dan Baleendah masih ada kawasan permukiman yang terendam banjir. Tetapi ada juga yang mulai surut secara perlahan-lahan," kata Meman kepada wartawan di TPS 136 Kelurahan Baleendah, Rabu siang.

Diakui Meman, dengan adanya bencana banjir yang terjadi di Kelurahan Andir dan Baleendah ini, menghambat terhadap pelaksanaan pemilihan umum.
"Banjir ini tentunya menjadi hambatan. Soalnya, banjir menggenangi ruas jalan, terutama di Kelurahan Andir. Di Kelurahan Andir ada 65 TPS yang terdampak banjir dan di Kelurahan Baleensah 21 TPS," katanya.

Menurut Meman, puluhan TPS yang terdampak banjir itu direlokasi ke tempat yang aman dari banjir. Dengan adanya relokasi itu, katanya, letak TPS menjauhi domisili rumah warga.

"Khususnya di lokasi banjir, warga yang akan menggunakan hak pilihnya difasilitasi trasfortasinya dengan menggunakan perahu. Fasilitas perahu ini mendapat dukungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung. Selain itu dibantu Polri dan TNI. Alhamdulilah, di lokasi banjir Kecamatan Baleendah ini, partisipasi pemilih relatif tinggi," katanya.

Editor: Endan Suhendra

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR