Pendistribusian Logistik Pemilu Terkendala Banjir

Pemilu

Selasa, 16 April 2019 | 21:15 WIB

190416211650-pendi.jpg

ist

BENCANA banjir yang terus-menerus menggenangi kawasan Kecamatan Baleendah, Dayeuhkolot dan Kecamatan Bojongsoang Kabupaten Bandung menjadi kendala dalam pendistribusian logistik pemilihan umum (pemilu) yang akan dilaksanakan Rabu 17 April 2019.

Memasuki hari H-1, Selasa (16/4/2019), pendistribusian logistik pemilu dari desa atau kelurahan (panitia pemungutan suara/PPS) ke tempat pemungutan suara (TPS) harus sudah dilaksanakan hingga tuntas.

Seperti di Kelurahan Andir Kecamatan Baleendah, Selasa (16/4/2019), sebanyak 65 TPS di Kelurahan Andir terdampak banjir. Hal ini menjadi penghambat bagi petugas PPS untuk mendistribusikan logistik pemilu.

Karena disebabkan banjir, sampai Selasa pukul 15.00 WIB,  PPS Kelurahan Andir baru menyalurkan logistik pemilu ke 4 TPS dari jumlah keseluruhan 98 TPS. Sementara Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Bandung menetapkan 65 TPS di Kelurahan Andir yang terdampak banjir dan diharapkan TPS-nya direlokasi ke tempat aman dari ancaman banjir.

“Kita terkendala banjir karena distribusi logistik mesti menggunakan perahu. Hari ini baru beres 4 TPS,” kata Ketua PPS Kelurahan Andir Efendi kepada wartawan di Kelurahan Andir, Selasa (16/4/2019).

Efendi mengatakan, pendistribusian logistik pemilu juga terkendala cuaca yang sewaktu-waktu turun hujan, selain persoalan banjir yang masih terjadi. Meski demikian, para petugas PPS Kelurahan Andir berusaha untuk kerja keras dan memastikan semua logistik pemilu selesai didistribusikan ke TPS-TPS sesuai dengan tahapan pemilu pada H-1 ini.

“Selain banjir sekarang kan hujan, bawa logistik mesti pakai perahu. Sementara perahu tak ada penutup,” kata Efendi.

Ia menjelaskan, jumlah daftar pemilih tetap (DPT) di Kelurahan Andir sebanyak 22.193 jiwa. "Kami berharap ditengah kondisi banjir, partisipasi pemilih tetap tinggi.
Mudah-mudahan antusias masyarakat tetap tinggi," harapnya.

Sementara itu, Camat Bojongsoang H. Aep Ahmad Muslim, mengingat wilayah kerjanya rawan banjir, pihaknya kini sedang fokus membantu dan memfasilitasi persiapan pemilu 2019 di Kecamatan Bojongsoang.

"Kita sedang fokus persiapan pemilu 17 April. Agar partisipasi masyarakat dalam menyalurkan hak pilihnya tidak terganggu oleh banjir," kata Aep.

Pantauan galamedianews.com, di lapangan, dalam beberapa pekan terakhir ini, kawasan Kecamatan Bojongsoang diterjang banjir luapan Sungai Citarum. Sehingga menjadi kendala dalam pendistribusian logistik pemilu karena akses jalan terendam banjir, selain permukiman warga.

Kepala Desa Tegalluar, Galih Hendrawan juga turut memantau di 27 TPS yang tersebar di 6 RW di Desa Tegalluar Kecamatan Bojongsoang yang rawan banjir. "6 RW itu nyaris terisolir banjir. Pada Selasa siang tadi, sudah mulai surut, namun kini kembali turun hujan. Kami masih memantau 27 TPS di kawasan tersebut yang rawan banjir. Kami masih menunggu informasi di lapangan," kata Galih.

Ia mengatakan, jika di 27 TPS terendam banjir, pihaknya meminta kepada petugas KPPS untuk merelokasi TPS ke tempat aman. "Ada tempat yang aman dari banjir, sehingga akan direlokasi ke tempat itu jika permukiman penduduk  di 6 RW terendam banjir," katanya.

Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR