Sejumlah Kecamatan di Garut Belum Terima Logistik Pemilu

Pemilu

Selasa, 16 April 2019 | 20:48 WIB

190416204955-sejum.jpg

Agus Somantri

Komisioner Bawaslu Kabupaten Garut, Iim Imron.

H-1 atau sehari jelang pencoblosan, distribusi logistik di Kabupaten Garut masih belum rampung. Bahkan logistik yang sudah dikirim ke beberapa kecamatan masih memiliki kekurangan.

Komisioner Bawaslu Garut, Iim Imron, menngatakan, sedikitnya masih ada tiga kecamatan yang masih kekurangan surat suara untuk tingkat DPRD kabupaten, diantaranya Kecamatan Garut Kota, Tarogong Kaler, dan Cibatu.    

"Seperti di Kecamatan Cibatu, masih ada tujuh TPS yang belum menerima surat suara. Ketujuh TPS itu berada di Desa Keresek. Kalau ditotal jumlah pemilihnya, ada sekitar 1.800an," ujarnya saat meninjau gudang logistik di Gedung Serba Guna Mandala, Kelurahan Sukamenteri, Kecamatan Garut Kota, Selasa (16/4/2019).

Menurut Iim, selain di Cibatu, sebanyak enam TPS di Kecamatan Tarogong Kaler juga belum menerima pasokan surat suara untuk DPRD provinsi. Sedangkan di Kecamatan Garut Kota, masih terdapat kekurangan surat suara Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (PPWP).

Meski pihak KPU Garut mengklaim jika kekurangan surat suara tersebut sudah dipenuhi dan dikirim KPU provinsi Jabar, namun Iim mengaku masih belum percaya. Pasalnya pihaknya tidak melihat ada bukti resi pengiriman.

"Makanya saya mau cek apakah sudah ada resi kirimnya atau belum. Ini kan pemilihan tinggal beberapa jam lagi," ucapnya.

Iim menyebut, selain kotak suara, segel untuk kotak suara juga habis. Sehingga sebagian kotak suara terpaksa memakai segel dari tali rivet. Padahal Bawaslu menilai jika pengunaan rivet sangat riskan.  

"Kalau memang sudah habis dan pakai rivet, harusnya ada segel berlogo KPU sebagai tanda," katanya.

Iim menuturkan, jika semua logistik masih belum terpenuhi, hal itu berpotensi sejumlah TPS tidak bisa melaksanakan pencoblosan. Karena itu Bawaslu Garut meminta agar pihak KPU bisa memenuhi semua kebutuhan logistk malam ini.   

Sekretaris KPU Kabupaten Garut, Ayi Dudi Supriadi, membenarkan masih ada sejumlah kecamatan yang terjadi kekurangan (logistik). Ia pun berkilah alasan teknis jadi salah satu penyebabnya.

Ayi mengatakan, ada kesalahan perhitungan saat proses sortir dan lipat. Ia pun menyebut kekurangan yang terjadi di wilayah perkotaan akan segera teratasi.

"Untuk yang PPWP sudah teratasi, karena ada di provinsi dan akan segera dikirim. Kami berupaya agar semua logistik bisa segera tiba di TPS malam ini," katanya.

Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR