KPU Jabar: Ketersediaan dan Keterpenuhan Logistik Aman

Pemilu

Selasa, 16 April 2019 | 19:02 WIB

190416190236-kpu-j.jpg

Irwina Istiqomah

KETUA KPU Jawa Barat, Rifqi Alimubarok mengatakan, daftar pemilih tetap yang telah disusun dan ditetapkan dengan tiga kali perbaikan sebanyak 33,2 juta jiwa dan merupakan jumlah terbesar di Indonesia. Jumlah TPS di Jabar mencapai 138.000 tempat.

Rifqi menyebut, jumlah TPS tersebut lebih banyak dibandingkan pada saat Pilkada 2018. Masing-masing TPS akan melayani rata-rata 250 pemilih.

"Kami pastikan kesiapan personil di tingkat TPS yang berjumlah 950.000. Ada 7 orang per TPS ditambah dua petugas keamanan yang direkrut dari Linmas. Sudah dipastikan semuanya siap," ucapnya di acara Jabar Punya Informasi (Japri) di Gedung Sate, Selasa (16/4/2019).

Untuk ketersediaan logistik pemilu, lanjutnya, lima jenis surat suara sudah diterima oleh KPU kabupaten/kota. Bergeser ke tingkat kecamatan dan sudah di TPS.

"Ketersediaan dan keterpenuhan kotak suara serta bilik suara juga sudah aman, termasuk jenis formulir lainnya yang dibutuhkan saat pemungutan maupun penghitungan suara," katanya.

Ia tidak menampik bahwa penyiapan logistis ini mendapatkan beberapa kendala di lapangan lantaran geografis Jabar dengan cuara sekarang yang ekstrem. Namun,kendala itu diupayakan melalui mitigasi seperti Kabupaten Bogor, kotak suara di sana diganti dengan kotak suara saat Pilkada 2018 yang terbuat dari karton dupleks transparan.

"Semua logistik harus dikemas dari plastik untuk mengantisipasi hujan. Penyaluran ada yang tiidak bisa dilalui oleh kendaraan jadi harus dipanggul seperti di Garut selatan," ucapnya.

Ia mengatakan, ada pergantian dan perubahan lokasi TPS untuk wilayah yang terkena bencana banjir. KPU kabupaten/kota bersama pemerintah setempat telah melakukan pemetaan dan perpindahan lokasi ini tidak menurunkan angka partisipasi pemilih.

"Karena kita juga mengantisipasi proses pemungutan dan penghitungan suara di lokaso bencana, misalnya di Kabupaten Bandung sehingga dipindahkan ke lokasi yang cukup layak. Di Kabupaten Bandung ada 6 kecamatan yang harus dipindahkan yaitu Baleendah, Dayeuhkolot, Bojongsoang, Banjaran, Ciparay, dan Rancaekek," tuturnya.

Bagi warga pemilih yang belum masuk DPT, masih bisa menggunakan hak pilih dengan membawa KTP-el atau surat keterangan (suket). "Tapi, hanya bisa dipakai berdasarkan domisili yang tercantum di KTP-el atau suket tersebut," imbuhnya.

Rifqi menambahkan, pukul 13.00 WIB merupakan waktu pemungutan suara. Namun, ketika ada warga yang sudah mengantre di TPS dan belum kebagian mencoblos meski menunjukkan pukul 13.00 WIB masih tetap dilayani.

Keamanan logistik dipastikan jauh dari kata kerusakan karena telah melalui proses sortir lipat dan quality control sampai di tingkay kecamatan. Ia menegaskan bahwa tidak akan terjadi kasus surat suara tercoblos.

"Kita juga mempersiapkan penambahan bilik suara hingga 5-6. Untuk pemilih dari kalangan disabilitas yang ada template hanya surat suara presiden. Kalau surat suara legislatif bisa didamping oleh pihak keluaraga. Ada 48.000 pemilih dari kalangan disabilitas, termasuk gangguan jiwa," jelasnya.

Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR