10 Ribu Anggota KOKAM Siap Jaga Kondusifitas Pemilu

Pemilu

Selasa, 16 April 2019 | 15:39 WIB

190416154055-10-ri.jpg

Rio Ryzki Batee

SEBANYAK 10 ribu anggota Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) Jabar, akan ikut membantu menjaga kondusifitas masa pemilu. Lebih jauh, para pemuda Muhammadiyah tersebut akan beraktivitas di masing-masing wilayah, yang tersebar di 26 kota/kabupaten.

Ketua Pemuda Muhammadiyah Jawa Barat, Iu Rusliana mengatakan bahwa upaya tersebut berangkat dari kegelisahaan dan kekhawatiran pelaksanaan pemilu 2019. Terlebih dengan jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) di Jabar, yang mencapai angka 33 juta orang.

"Ini merupakan murni inisiatif dari kawan-kawan pemuda Muhammadiyah, dalam menjaga kondusifitas di lingkungannya masing-masing," ungkapnya kepada wartawan di Paviliun Sunda, Jln. L.R.R.E Martadinata, Kota Bandung, Selasa (16/4/2019).

Menurutnya pada masa tenang pemilu, jangan sampai diwarnai oleh hal-hal yang mengganggu pesta demokrasi tersebut. Terlebih adanya konvoi atau gerakan-gerakan yang dapat mempengaruhi opini publik.

Dikatakannya kondusifitas bukan hanya pada masa tenang, tapi juga ketika masa pencoblosan dan sesudahnya. Sehingga berharap ketika menemukan kecurangan atau intimidasi untuk melaporkan kepada pihak berwenang, dan bukan malah menimbulkan kericuhan dan keributan.

"Kalau ada yang merasa dicurangi atau diintimidasi, maka laporkan kepada kepolisian atau pihak berwenang. Dalam rangka mewujudkan pemilu yang aman dan nyaman," katanya.

Terkait hasil pemilu, Pemuda Muhammadiyah Jabar meminta kepada semua pihak untuk bersikap dewasa dan tidak melakukan provokasi di lapangan. Dengan demikian, pesta demokrasi yang dilaksanakan setiap lima tahun sekali ini dapat berjalan kondusif dan lancar.

Iu menjelaskan bahwa dalam membantu menjaga kondusfitas pemilu, pihaknya bekerjasama dengan pihak berwajib seperti kepolisian dan TNI.

"Dalam momentum ini, pihak penyelenggaran pemilu harus bersikap profesional baik KPU dan Bawaslu," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa situasi kondusif juga harus dijaga di dunia maya atau media sosial. Sehingga tidak ada berita bohong atau isu negatif yang dapat mengganggu kelancaran proses pemilu 2019.

"Di Jawa Barat ada beberapa wilayah yang rawan seperti Bogor, Bekasi dan beberapa titik lainnya. Maka kita berharap proses pemilu bisa berjalan lancar diseluruh wilayah Jawa Barat," tambahnya.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR