Ada Dugaan Penghilangan Ratusan Nama dalam DPT di Babakan Ciparay, Ini Kata KPU Kota Bandung

Pemilu

Senin, 15 April 2019 | 19:22 WIB

190415192643-ada-d.jpg

ANGGOTA DPR-RI Komisi I, Junico BP Siahaan menemukan adanya dugaan penghilangan ratusan nama dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) di Kecamatan Babakan Ciparay, Kota Bandung. Temuan tersebut sudah diadukan pihaknya ke KPU Kota Bandung sejak satu bulan yang lalu.

"Sebelumnya kami sudah berkoordinasi dengan KPU, karena banyak keluhan warga Babakan Ciparay yang tidak masuk DPT. Kami langsung cek lapangan dan KPU menjamin bahwa itu akan masuk DPT," ungkapnya kepada wartawan di Kawasan Jalan Martanegara, Kota Bandung, Senin, (15/4/2019).

Walau demikian, menurutnya memasuki H-2 pencoblosan, berdasarkan informasi yang diterimanya sekitar 200 warga tersebut tidak masuk dalam DPT, dan hanya 6 warga saja yang masuk dalam DPT.

"Ketika kami cek lagi, ternyata sampai hari ini dari 200 tersebut, yang baru masuk DPT hanya 6 orang," ujarnya.

Melihat perkembangan tersebut, pihaknya berharap KPU sebagai penyelenggara pemilu harus segera mengambil keputusan, terkait nasib ratusan warga tersebut yang tidak terdaftar dalam DPT.

"Hak suara mereka jangan sampai hilang. Bagaimana caranya, itu yg harus dipikirkan penyelenggara. Intiny Kami ingin ada kepastian, di tps mana, kemudian berikan undangannya agar tidak ada kesulitan kedepannya," tuturnya.

Sementara itu, Ketua KPU Kota Bandung, Suharti membantah terkait adanya pembiaran dalam permasalahan warga tersebut yang tidak masuk DPT. Oleh karena itu, pihaknya langsung menurunkan tim untuk melakukan pengecekan terhadap warga yang tidak terdaftar dalam DPT tersebut.

"Hari ini petugas langsung melakukan pengecekan kesana, untuk mengklarifikasi dan melihat seperti apa," katanya.

Dikatakannya yang menjadi persoalan sebenarnya, yakni calon pemilih yang seringkali tidak berada di tempat tinggalnya saat dilakukan pendataan.

"Jadi mereka selama ini susah ketika dikunjungi ke rumahnya, karena tidak pernah ada bagaiamana bisa mendata mereka," ucapnya.

Suharti menegaskan bahwa warga yang tidak masuk dalam DPT tersebut tidak kehilangan hak suara mereka, selama memiliki KTP Kota Bandung. Dimana para warga tersebut nantinya akan menjadi Daftar Pemilih Khusus (DPK) untuk melakukan pencoblosan, dengan cara menunjukkan KTP saja.

"Mereka bisa menjadi DPK kalau KTP Kota bandung, ada aturan selama masih KTP bandung bisa menggunakan hak pilihnya. Tetapi waktunya mulai jam 12 siang," tambahnya.


Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR