Bawaslu Garut : Tim Patroli Anti Politik Uang Diterjunkan

Pemilu

Senin, 15 April 2019 | 13:35 WIB

190415133756-bawas.png

KETUA Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Garut, Ipa Hafsiah mengatakan, pihak Bawaslu terus melakukan pengawasan terkait rentannya pelanggaran pemilu money politic. Yang mana dengan menerjunkan tim patroli di setiap Kecamatan di Kabupaten Garut untuk mengkampanyekan tolak politik uang.

"Kita terus menggelorakan penolakan politik uang, dengan menerjunkan tim patroli. Terus menggunakan alat pengeras suara disetiap daerah digemborkan penolakan politik uang," ujarnya, Senin (15/4/2019).

Dikatakan Ipa, kerawanan terjadinya praktik money politic di masa tenang memang rawan terjadi. Adapun titik yang menjadi kerawanan merata di setiap daerah. "Panwascam ditingkat Kecamatan terus melakukan gerakan untuk mengantisipasi terjadinya money politic di masa tenang sampai hari pencoblosan,"

Ia mengaku, kecurangan money politic bisa saja terjadi dengan memanfaatkan kesempatan. Hanya saja kita terus mengintruksikan kepada seluruh Panwascam yang ada di tingkat Kecamatan untuk memantau pergerakan di setiap daerah termasuk memantau ke setiap TPS.

"Terjadinya money politic terjadi jika ada kesempatan. Kita terus mengintruksikan Panwascam jangam sampai lengah dengan kondisi yang sekarang ini," akunya.

Terkait rencana akan bekerjasama dengan Tim Saber Pungli, Ipa menuturkan, hal tersebut masih akan dikoordinasikan dengan tim saber pungli. "Ya, kalau dengan saber pungli kita akan berkoordinasi terlebih dahulu. Kalau Patroli anti politik uang sudah bergerak di seluruh lapisan," katanya.

Pemantauan terjadinya money politic dilakukan hampir diseluruh daerah, termasuk di daerah Garut Selatan. "Bukan saja Garut Utara dan Garut Tengah, Garut Selatan juga kita menerjunkan tim patroli anti politik uang yang dibentuk Bawaslu Garut," tambahnya.

Hingga H-2 menjelang pencoblosan, Bawaslu Kabupaten Garut belum menerima dan menemukan adanya money politic yang terjadi. "Belum kang belum ada laporan dan temuan terkait money politic," pungkasnya.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR