Dibiarkan Pemerintah, 100 Warga Cijolang Ancam Golput

Pemilu

Senin, 15 April 2019 | 13:11 WIB

190415131214-dibia.jpg

Robi Taufik Akbar

SEBANYAK 100 warga Kampung Banceuy, Desa Cijolang, Kecamatan Limbangan Kabupaten Garut, yang sudah memiliki hak pilih mengancam tidak akan menyalurkan hak pilihnya pada pemilihan umum, Rabu (17/4/2019) mendatang. Hal ini dipicu akibat tidak ada perhatian dari pihak Pemkab Garut, pascabanjir bandang dari lokasi pembangunan pabrik milik Korea.

"Hak kami bersama warga sudah tidak didengar oleh pemerintah, makanya kami sepakat pada pemilu sekarang tidak akan menunaikannya," ujar Ujang Saepiloh, Senin (15/4/2019).

Dikatakan Ujang, ancaman untuk tidak menyalurkan hak pilih (Golput) pada Pemilu 2019, bukanlah hanya sekedar omongan saja. Melainkan, akan dibuktikan pada saat pelaksanaan Pemilu.

"Bukannya kami tidak taat dengan aturan. Melainkan, sudah tidak percaya terhadap pemerintah yang tidak mendengar keluhan terkait banjir bandang," tegasnya.

Kejadian banjir bandang yang diakibatkan pendirian pabrik milik PT Pratama Abadi, kata Ujang, bukanlah yang pertama melainkan sudah empat kejadian. Namun, baik pihak pemerintah dan pihak pengusaha acuh tidak ada solusi dalam menangani banjir bandang yang sudah merugikan masyarakat.

"Kerugian masyarakat seperti kerusakan area pertanian serta bangunan rumah, kandang sapi serta ternak ikan yang ludes tergerus banjir bandang," cetusnya.

Diberitakan sebelumnya, bencana banjir bandang yang terjadi di Kampung Banceuy, Desa Cijolang, Kecamatan Limbangan semakin parah. Soalnya, tanggul yang berada di bawah lokasi pendirian pabrik jebol akibat derasnya dorongan air.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR