Banyak APK yang Masih Terpasang di Gang-gang dan Pemukiman

Pemilu

Minggu, 14 April 2019 | 15:25 WIB

190414152552-banya.jpg

Rio Ryzki Batee

MEMASUKI masa tenang, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Bandung terus melakukan penuruan Alat Peraga Kampanye (APK). Lebih jauh, akan melakukan penindakan kepada APK yang baru dipasang pada masa tenang tersebut.

Berdasarkan pengamatan APK sudah mulai bersih disejumlah kawasan seperti, Bunderan Cibiru, Jalan Soekarno-Hatta, Jalan Gatot Subroto, Jalan Djuanda dan lain sebagainya. Dimana yang banyak tertinggal yakni, bambu yang sebelumnya merupakan tempat pemasangan poster, baliho atau spanduk kampanye.

Selain itu, APK terlihat masih terpasang ketika memasuki gang perumahan atau pemukiman masyarakat. Baik terkait Pemilihan Presiden maupun Legislatif.

"Jika ada APK yang malah dipasang pada masa tenang, ini yang akan ditindak. Karena telah melanggar peraturan pemilu," ungkap Komisioner Bawaslu Kota Bandung, Farhatun Fauziyah saat dihubungi via telepon seluler, Kota Bandung, Minggu (14/4).

Menurutnya dalam mengantisipasi hal tersebut, pihaknya telah menurunkan tim untuk berpatroli. Dalam rangka mengawasi jika ada pihak yang 'nakal', dengan nekat memasang APK pada masa tenang.

Dikatakannya penurunan APK yang berada di Kota Bandung, terus dilakukan hingga H-1 masa pencoblosan. Bahkan mengimbau kepada partai politik maupun calon legislatif atau terkait kampanye Pilpres, untuk menurunkan sendiri APK-nya.

"Pada masa tenang selama tiga hari ini, harus bebas dari semua kegiatan kampanye termasuk APK. Kita juga sudah berkoordinasi dengan Satpol PP dalam penertibannya," katanya.

Disinggung terkait kampanye terselubung, lanjutnya, pihak terus melakukan pemantauan dan pengawasan agar tidak terjadi pada masa tenang ini. Selain itu, mengajak masyarakat untuk ikut berpartisipasi, jika menemukan adanya kampanye atau pencitraan terkait pemilu untuk melaporkan kepada pihak berwenang.

"Kami mengajak masyarakat mengawasi dan memantau jika ada masih berkampanye. Patroli ini juga, selain mengawasi juga mengajak masyarakat untuk memilih pada hari pencoblosan," ujarnya.

Bawaslu Kota Bandung selain memantau kampanye di lapangan atau masyatarakat, juga diupayakan hal yang sama di media sosial. Karena masih ada kemungkinan kampanye yang dilakukan melalui media tersebut.

Lebih jauh, pihaknya juga mengawasi jika ada hoaks, berita bohong dan lain sebagainya yang terindikasi ada di masa tenang. Diakuinya terkait hal tersebut, dibutuhkan masyarakat untuk ikut berperan mengawasi dan melaporkan jika menemukan pelanggaran.

"Diharapkan tidak ada yang melakukan kampanye apapun di media sosial. Termasuk menyebarkan hoaks dan berita bohong di masyarakat," tambahnya.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR