Kapolda dan Pangdam III/Siliwangi Periksa Pospam Pileg dan Pilpres

Pemilu

Minggu, 14 April 2019 | 09:19 WIB

190414092028-kapol.jpg

Remy Suryadie

KAPOLDA Jabar Irjen Pol Agung Budi Maryoto bersama Pangdam III/Siliwangi Mayjen Tri Soewandono, Sabtu (13/4/2019) malam hingga Minggu (14/4/2019) dini hari melakukan pemeriksaan beberapa pos pengamanan (Pospam) kesiapan Pileg dan Pilpres 20019 yang berada di kantor Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di wilayah Kota Bandung.

Berdasarkan pantauan, Kapolda Jabar, Pangdam III/Siliwangi, Kapolrestabes Bandung bersama pejabat utama di Jajaran polda Jabar dan Kodam III/Siliwangi, melakukan pengecekkan pospam tersebut  menggunakan sepeda motor.

Saat tiba di kantor PPK, Kapolda bersama Pangdam, selain mengecek kesiapan anak buahnya yang melakukan penjagaan, sejak dikirimnya logistik pemilu dari  KPU Jabar ke seluruh PPK, mereka pun memberikan bantuan logistik berupa kopi dan bahan makanan untuk membantu konsumsi bagi anggota Linmas serta anggota lainnya yang bertugas untuk mensukseskan pemilu 2019.

Rombongan Kapolda dan Pangdam yang menggunakan sepeda motor itu mengunkungi Pospam yang berada kantor PPK di Kecamatan Andir, rombongan juga mendatangi wilayah Kecamatan Sumur Bandung dan Kecamatan Coblong.

"Pilpres 2019 itu merupakan puncak pesta demokrasi, TNI-Polri berkomitmen untuk mengawalnya. Sehingga pengamanan pun kami maksimalkan. TNI-Polri pun menjamin keamanan dari proses demokrasi tersebut, jangan sampai ada intimidasi," ujar Kapolda Jabar Irjen Pol Agung Budi Maryoto kepada wartawan di salah satu kantor PPK di Kelurahan Kebonjeruk, Kecamatan Andir, Kota Bandung, Minggu (14/4/2019).

Dalam pemantauan tersebut, Agung pun meminta kepada masyarakat untuk kembali menghidupkan siskamling demi keamanan pemilihan umum berjalan lancar dan aman. Karena dengan siskamling masyarakat bisa lebih mengoptimalkan interaksi sosial yang terkadang terlupakan.

"Misalnya jika siangnya bekerja, maka di malam hari lah interaksi sosial ini bisa terjadi. Jadi justru dengan siskamling bisa mempererat persaudaraan pada kalangan masyarakat tersebut. Masyarakat pun bisa saling menghargai dan menghormati lewat siskamling ini," ucapnya.

Dengan diaktifkannya lagi siskamling, lanjut Agung, dapat membantu  pengamanan yang dilakukan oleh TNI dan Polri . Masyarakat pun bisa menikmati proses demokrasi dengan cara yang baik. "Tidak ada unsur paksaan dalam demokrasi, masing-masing masyarakat bebas menentukan pilihannya," katanya.

Sementara itu ditempat yang sama, tokoh masyarakat kelurahan kebon Jeruk, Kecamatan Andir, Kota Bandung, Haji Mumu mewakili masyarakat sangat senang dengan kedatangan kapolda dan pangdam tersebut. Menurutnya dengan kehadiran dua jenderal bintang dua di Jawa Barat tersebut dia yakin proses demokrasi akan berlangsung aman di wilayahnya.

"Saya selaku tokoh masyarakat dan sekaligus Ketua DKM Masjid Al Anwar setelah bertemu kapolda dan pangdam akhirnya merasa tentram. Kunjungan ini merupakan simbol dari kepedulian aparat terhadap proses demokrasi di Indonesia," katanya.

Mumu juga mengatakan masyarakat di Kelurahan Kebonjeruk pun akan berusaha semaksimal mungkin agar proses Pilpres dan Pileg 2019 berjalan aman. "Siapapun yang menang nanti diharapkan masyarakat tetap menjaga persatuan dan tidak berpecah belah," ujarnya.

Oleh karena itu Mumu‎ pun mendoakan kepada TNI-Polri khususnya di Jawa Barat agar bisa menjalankan tugasnya dengan baik. Khususnya dalam penjagaan TPS saat pencoblosan maupun saat penghitungan suara yang kadang terjadi konflik.

.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR