Bawaslu Ada 539 Kasus Pelanggaran Pemilu di Jabar

Pemilu

Minggu, 14 April 2019 | 08:45 WIB

190414083723-bawas.jpg

prfm

BADAN Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Barat mencatat hingga saat ini ada sebanyak 539 kasus pelanggaran Pemilu di Jawa Barat. Ketua Bawaslu Jawa Barat, Abdullah Dahlan mengatakan sejumlah pelanggaran tersebut diantaranya terkait dengan administrasi alat peraga kampanye (APK), pidana Pemilu dan sengketa pada tahap pencalonan.

"Dari jenis dugaan pelanggaran yang kita tangani, ada 353 administratif, 13 administrasi putusan sidang pemeriksaan yang kita lakukan,  80 kasus terkait pidana pemilu, 13 kode etik, dan 15 pelanggaran hukum lainnya," Ujar Abdullah seperti dikutip dari PRFM, Minggu (14/4/2019).

Abdullah mengatakan sebagian dari pelanggaran tersebut ada yang tidak dilanjut proses penegakan hukumnya karena tidak memenuhi unsur pidana. Selain itu, beberapa pelanggaran juga tidak bisa ditindak melalui UU Pemilu.

"Ada pelanggaran yang kami tidak bisa tindak dalam UU Pemilu tapi kita lanjutkan pada UU lain, misalkan pelanggaran yang terjadi di ASN (Aparatur Sipil Negara), itu kami teruskan ke Komisi ASN," katanya.

Ia menambahkan, beberapa pelanggaran tersebut ada yang masih di proses dan ada yang sudah pada tahap putusan pengadilan.

"Di Cianjur dan Indramayu juga sudah ada vonisnya. Keduanya berkaitan dengan Money Politic. kemudian setelah ada putusan tetap tersebut, KPU mencoret peserta dari daftar calonnya," ujarnya.

Dengan demikian, Abdullah pun meminta masyarakat turut mengawal tahapan-tahapan Pemilu, terlebih besok sudah memasuki masa tenang.

"Mari sama-sama kawal pemilu, agar tidak terjadi politik transaksional, melakukan kampanye hitam dan tindakan tidak fair". Tutupnya.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR