Ratusan Komponen Masyarakat di Bandung Gelar Istighosah, Dzikir dan Doa Bersama

Pemilu

Sabtu, 13 April 2019 | 12:00 WIB

190413133402-ratus.jpg

Remy Suryadie

RATUSAN komponen masyarakat di Kota Bandung menggelar Istighosah, dzikir dan doa bersama yang di gelar di halaman Mapolrestabes Bandung, Sabtu (13/4/2019). Kegiatan tersebut bertujuan agar pesta demokrasi berlangsung aman dan damai.

Dalam acara tersebut, mengundang dai kondang Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym yang merupakan pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Daarut Tauhid, pimpinan Ponpes, As Shidqu Kuningan Habib Quraish bin Qosim Baharun, dan pimpinan Ponpes Asy Syifa Walmahmudiyah Sumedang, Abuya K.H M Muhyiddin Abdul Qodir Almanafi.

Tampak hadir  Kapolda Jabar, Irjen Pol Agung Budi Maryoto, Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Tri Soewandono dan jajaran, Wakapolda Jabar Brigjen Pol Akhmad Wiyagus, Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Irman Sugema, jajaran pejabat utama Polda Jabar dan seluruh kapolres se-Jabar.

Hadir juga Wali Kota Bandung M Oded Danial, sejumlah perwakilan partai politik (parpol), dan penyelenggara pemilu KPU Provinsi Jabar, KPU Kota Bandung, Bawaslu Provinsi Jabar, Bawaslu Kota Bandung, dan lain-lain.

Pangdam III/Siliwangi, Mayjen TNI Tri Soewandono berharap pemilu berlangsung aman, damai, dan sejuk. "Diharapkan masyarakat datang berduyun duyun menggunakan hak pilih mereka, melupakan perbedaan baik politik maupun yang lain, sehijgga pemilu sukses, tertib, sejuk, aman, dan damai," kata Tri.

Sementara Kapolda Jabar Irjen Pol Agung Budi Maryoto, mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat atas sinergi dan kerja sama yang baik sehingga hingga minus H-4, Jawa Barat aman dan kondusif.

"Ini menunjukkan bahwa masyarakat Jawa Barat adalah masyarakat yang relijius, santun, dan agamis. Ini sudah dibuktikan saat Pilkada Serentak 2018 beberapa waktu lalu yang berlangsung sejuk, aman, dan kondusif," ujarnya.

Saat ini, lanjutnya, menghadapi Pemilu Serentak 2019, Pilpres dan Pileg, tentu ada pilihan yang berbeda dan itu sah berdasarkan undang-undang. "Saya menyarankan, kita semua lebih mengutamakan persaudaraan sesama anak bangaa, sesama warga Jawa Barat, sesama masyarakat Kota Bandung," kata Agung.

Habib Quraish bin Qosim Baharun mendapat kesempatan pertama untuk memberi tausyiah. Habib Quraish mengatakan, posisi keamanan sebelum keimanan. Keamanan akan membuat umat beragama dalat beribadah dengan tenang dan khusyu sehingga keimanan meningkat. "Tanpa keamanan, jangan beribadah, untuk ikhtiar yang lain pun akan sulit," kata Habib Quraish.

Secara umum, ujar Habib Quraish, Pileg dan Pilpres tak lepas dari ajaran dan tuntunan agama. Sebab,  Nilai-nilai yang baik dari Pileg dan Pilpres, tujuannya tak pernah lepas dari nilai-nilai agama. Seperti diketahui, Indonesia adalah negara berdasarkan pada asas yang sudah final dan disepakati, yaitu Pancasila dan Undang Undang Dasar 1945.

"Sila pertama dari Pancasila adalah Ketuhanan Yang Maha Esa. Ini pesan kuat dari pendiri bangsa kepada kita semua, bahwa putra putri Indonesia, kalian tak pernah bisa lepas dari ajaran agama. Karena itu, pileg dan pilpres harus ditopang oleh nilai-nilai mulya agama, akhlakul karimah. Di dalamnya harus ada kejujuran, amanah, tidak boleh ada pemaksaan, harus ada kesadaran dan kepahaman. Semua itu akan membuahkan kebaikan bagj bangsa dan negara yang kita cintai ini," ujar Habib Quraish.

Sementara itu, Aa Gym mengajak semua pihak menghargai orang meski berbeda pilihan baik dalam pileg maupun pilpres. Pilihan boleh berbeda, karena itu merupakan hak pribadi masing-masing orang. Jadikan pemilu ini sebagai ladang amal.

"Kalau saya sih, siapapun yang terpilih adalah takdir Allah SWT. Ya Allah, lindungi negeri ini dari perpecahan, lindungi negeri ini dari bencana," kata Aa Gym dalam tausyiahnya.

Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR