Caleg Milenial Ini Ingin Berikan Perubahan untuk Bamdung-Cimahi

Pemilu

Sabtu, 13 April 2019 | 07:49 WIB

190413075008-caleg.jpg

Kiki Kurnia

MENJADI salah satu bagian dari generasi milenial, tidak membuat Gaya Kartasasmita tertarik pada partai baru yang banyak diisi kaum muda. Justru sebaliknya,  pemilik nama lengkap Gaya Ratna Mustika Arum Kartasasmita mengikuti jejak sang ayah,  Ginanjar Kartasasmita untuk menjadi seorang politisi dari Partai Berlambang Pohon Beringin.

Gadis cantik berusia 32 tahun ini memantapkan diri mencalonkan diri sebagai anggota DPR RI daerah pemilihan (dapil) Jawa Barat I Bandung - Cimahi dari partai Golkar dengan nomor urut 3.

Dengan gayanya yang khas sebagai kaum milenial,  Gaya merasa tertantang untuk mengaplikasikan ilmu politiknya yang diperoleh di perguruan tinggi sebagai anggota dewan (politikus).  Menjadi seorang politisi sudah mendarah daging bagi putri bungsu Ginandjar Kartasasmita ini.

Mojang Priangan keturunan Sumedang-Ciamis ini, mempunyai garis keturunan sebagai politisi, mulai dari kakeknya, ayahandanya serta kakaknya Agus Gumiwang Kartasasmita yang duduk sebagai Menteri Sosial di pemerintahan Jokowi-JK.

Memiliki segudang semangat dan cita-cita serta pemikiran khas kaum Milenial, Gaya sengaja nyaleg untuk memberikan perubahan di masyarakat Kota Bandung dan Cimahi,  umumnya masyarakat Jawa Barat secara umum..

“Kalau misalnya saya terpilih menjadi anggota DPR, saya ingin lakukan perubahan untuk kota Bandung dan Cimahi gitu ya. Sebagai generasi muda, bagaimanapun caranya, saya ingin membuat kota Bandung dan Cimahi seperti dulu lagi. Karena 10 tahun yang lalu saya tidak pernah melihat radikalisme, ekstrimis dan lain-lain. Ada apa ini? Tentunya ini berkaitan dengan masalah seni dan budaya yang sudah tergusur, kita hampir terkubur,” ungkap politisi muda partai Golkar kepada warga di Posko Gaya Jln. Natuna Kota Bandung, Jumat (12/4/2019) malam.

Sebagai anak muda, Gaya bercita-cita ingin generasi milenial saat ini tahu betul tentang budaya, baik sebagai identitas orang Sunda, khususnya Jawa Barat. Menurut Gaya, budaya sangat penting bagi generasi milenial saat ini, yang terkesan sudah melupakan identitasnya (budaya). Ia pun menitikberatkan masalah pendidikan, yang mempunyai kolerasi dengan sektor lainnya termasuk dengan budaya.

“Pertama itu yang harus dibenahi adalah masalah pendidikan. Semuanya itu harus dari pendidikan. Ngomongin lapangan pekerjaan balik lagi ke pendidikan. Mau ngomongin skill balik lagi ke pendidikan, begitu pun soal budaya pasti balik lagi ke pendidikan. Jadi pendidikan itu penting sekali, itu juga berjalan bersama kesejahteraan sosial itu memang pararel,”ucapnya.

Gaya mengaku jika dirinya sangat konsen terhadap hak-hak kaum perempuan dan anak-anak. Selama melakukan sosialisasi dengan menyambangi masyarakat, dirinya mengaku banyak melihat masalah populasi dan keberpihakan aturan, belum sepenuhnya nmenyentuh perempuan dan anak.

“Banyak sekali  isu-isu yang menyangkut ini, yang harus diselesaikan,”ucapnya.

Kondisi itu tegas Gaya Kartasasmita perlu diperjuangkan untuk hak-hak perempuan dan anak. Gaya juga yang mempunyai berbagai pengalaman memimpin, konsen terhadap lingkungan hidup.

Menyandang nama Kartasasmita tidak disangkal Gaya memiliki keuntungan dan beban tersendiri. Namun, justru nama itu membuat dirinya bekerja dua kali lebih keras dari kandidat anggota legislatif lainnya.

“Saya sudah keliling di 33 kecamatan lebih di Kota Bandung dan Cimahi, dan bersentuhan langsung dengan masyarakat. Dengan ini, saya jadi bisa mengetahui langsung aspirasi masyarakat,” tukasnya.

Maju sebagai caleg, Gaya mengaku tidak secara tiba-tiba maju sebagai calon legislator. Dirinya meniti karir di kepartaian (Partai Golkar) mulai dari bawah sebelum memutuskan maju pada pemilihan tahun ini.

 Dia juga punya alasan tersendiri mengapa memilih Partai Golkar di saat rekan-rekan seusianya bergabung dengan partai politik yang mayoritas kadernya generasi muda.

“Dengan penampilan saya yang seperti ini (milenial), tidak banyak yang maju dari Partai Golkar, tapi ini pilihan saya. Semoga dengan adanya saya bisa memberikan nafas baru dan inspirasi baru bagi generasi muda sekarang ini,” harapnya.


Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR