Elektabilitas Jokowi-Amin di Jabar Diklaim Mencapai 52 Persen

Pemilu

Jumat, 12 April 2019 | 18:47 WIB

190412184742-elekt.jpg

Lucky M. Lukman

PASANGAN Joko Widodo-Ma'ruf Amin diprediksi akan meraih 52,3 persen suara di Jawa Barat pada Pemilu Presiden 2019. Klaim raihan elektabilitas tersebut disampaikan Tim Akar Rumput (TAR), kelompok relawan pendukung pasangan nomor 01, berdasarkan pemetaan pemilih selama delapan bulan terakhir.
"Kami yakin betul terhadap hasil kerja kami di lapangan. Ini hasil riil. Kami sangat yakin betul Jokowi-Ma'ruf Amin akan menang 52,3 persen di Jabar," tutur Ketua TAR, Ridha Saleh, dalam keterangan kepada wartawan di kawasan Jln. Trunojoyo, Kota Bandung, Jumat (12/4/2019).
Diungkapkan Ridha, angka 52,3 persen itu muncul setelah pihaknya bekerja dari bulan September 2018. Selama delapan bulan itu, pihaknya turun langsung ke 18 kabupaten/kota di Jawa Barat untuk menganalisa pemilih pada Pemilu Presiden 2019 yang akan dilakukan pada 17 April. Dalam kurun waktu tersebut, para relawan ini telah menemui sekitar 2,3 juta pemilih di 1.333 desa/kelurahan.
"Jadi ini memang hasil riil di lapangan, by name by address, bukan survei yang mengambil beberapa sampel. Bahkan kami saat ini berupaya mempertahankan angka tersebut dengan mendirikan posko informasi dan pemenangan TPS. Satu orang relawan akan mengawal 30 orang, sampai 17 April dan seterusnya," papar Ridha.
Lebih lanjut ia menuturkan, selama delapan bukan bekerja di lapangan, pihaknya menjadi juru bicara Joko Widodo untuk menggalang dukungan. Mereka meyakinkan agar pemilih mau memilih kandidat yang diusungnya itu. Tim juga sekaligus meyakinkan masyarakat dari hoaks.
"Kami door to door briefing di setiap tempat. Dan keyakinan kami bertambah setelah muncul hasil mapping. Kami melihat bagaimana kerja ustaz, kyai, relawan, parpol, hingga kawan-kawan aktivis turun ke lapangan meyakinkan masyarakat memilih Jokowi-Ma'ruf Amin. Jadi semua itu (angka 52,3 persen) hitungannya memang jelas sekali," tutur Ridha meyakinkan. 
Ridha juga menyatakan, semua upaya yang dilakukan oleh TAR di lapangan, diyakini meningkatkan elektabilitas Jokowi sebesar 12 persen di provinsi yang paling banyak pemilihnya ini. Pada Pemilu Presiden 2014 lalu, tambah Ridha, mantan gubernur DKI Jakarta ini meraih 40 persen suara di Jawa Barat.
"Sekarang kami sangat yakin Pak Jokowi meraih 52,3 persen di Jawa Barat. Artinya ada perpindahan 12 persen pemilih Prabowo (pada 2014) ke Pak Jokowi. Itu berdasarkan big data analytics dan artificial intelligence, dan verifikasi lapangan yang telah kami lakukan," terangnya.
Sementara itu, di tempat yang sama, analis TAR, Faiz Zawahir, menambahkan, peningkatan suara Jokowi di Jabar dikarenakan seluruh program yang diluncurkan pemerintah saat ini dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Sebagai contoh, dia menyebut warga tatar Pasundan ini banyak yang menerima bantuan program keluarga harapan (PKH).
"Penerima manfaat program pemerintah ini paling banyak di Jawa Barat. PKH 1,2 juta lebih di Jawa Barat," ujarnya.
Selain itu, kata Faiz, proyek Strategis Nasional di Jawa Barat pada masa kepemimpinan Jokowi semua berjalan lancar. Di era pemerintahan Jokowi, di Jawa Barat sudah diselesaikan beberapa pembangunan infrastruktur yang akan mampu mendongkrak pembangunan ekonomi dan sumber daya manusia di Jawa Barat.
"Contohnya yaitu selesainya pembangunan Bandara Kertajati, Waduk Jatigede, Tol Seroja dan Tol Bocimi. Ditambah pembangunan lain yang masih berjalan saat ini. Bahkan belakangan ini Pak Jokowi cukup sering datang ke Jawa Barat," tandasnya.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR