Gawat, 100 TPS di Kabupaten Bandung Terancam Banjir

Pemilu

Kamis, 11 April 2019 | 18:54 WIB

190411185531-gawat.jpg

Engkos Kosasih

KETUA Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bandung, Agus Baroya

KETUA Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bandung, Agus Baroya menyatakan, lebih dari 100 tempat pemungutan suara (TPS) terancam tergenang banjir. TPS yang terancam banjir itu tersebar di Kelurahan Andir dan Kelurahan Baleendah Kecamatan Baleendah, Kecamatan Dayeuhkolot, Kecamatan Bojongsoang, Banjaran dan kecamatan lainnya.

"Lebih dari 100 TPS di Kabupaten Bandung berpotensi banjir. Itu data sementara. Di Kelurahan Andir saja sekitar 60 TPS, belum lagi di Dayeuhkokot, Bojongsoang dan Banjaran," kata Agus Baroya kepada wartawan di Kantor KPU Kabupaten Bandung Jalan Sindang Wargi Soreang, Kamis (11/4/2019).

Untuk solusi mengantisipasi banjir, imbuh Agus, pihaknya berusaha untuk koordinasi dengan PPK, PPS, selain dengan Bhabinkamtibmas, Babinsa, para saksi dan pihak lainnya untuk memindahkan TPS ke tempat aman dari ancaman banjir. "Supaya pemindahan TPS itu diketahui oleh sejumlah pihak. Silahkan dicari lokasinya, tetapi lokasi terdekat yang memungkinkan untuk didirikan TPS dan mudah dijangkau oleh para calon pemilih," kata Agus.

Bahkan untuk mengantisipasi banjir itu, katanya, pihaknya terus melakukan komunikasi dengan PPK, kemudian PPK koordinasi dengan PPS. "PPK dan PPS masih mengumpulkan data untuk mengumpulkan data-data TPS yang berpotensi terendam banjir. Kita masih menunggu hasil pendataan di lapangan," katanya.

Ia mengatakan, di Kabupaten Bandung tersebut tercatat 2.360.659 daftar pemilih tetap yang tersebar di 10.338 TPS. Agus pun berharap, lokasi TPS yang rawan banjir itu, disaat dipindahkan lokasi TPS-nya di gedung permanen. Supaya aman dari ancaman turun hujan.

"Kita juga sudah berkirim surat kepada bupati Bandung supaya Dinas Pendidikan memfasilitasi perizinan penggunaan gedung sekolah untuk mendirikan TPS. Sebab, gedung pemerintah bisa digunakan untuk penyelenggaraan pemilu, seperti gedung SD, SMP maupun SMA," katanya.

Agus juga menyatakan, masyarakat korban banjir yang ada di sekitar TPS rawan banjir terlihat semangat untuk berpartisipasi dalam menggunakan hak pilihnya dengan cara datang ke TPS. "Walaupun di tengah kendala banjir, mereka ingin menggunakan hak pilihnya dan mencoblos di TPS," katanya.

Ia menyatakan, saat melakukan sosialisasi di lokasi rawan banjir, masyarakat terlihat antusias untuk menggunakan hak pilihnya. Di antara warga di lokasi banjir tersebut adalah anggota KPPS, dan mereka menyatakan siap untuk melaksanakan tugasnya menjadi KPPS.

"Walau dalam kondisi sulit, mari kita sukseskan pesta demokrasi dalam lima tahun sekali dalam pelaksanaannya jangan sampai terlewatkan untuk melakukan pencoblosan dengan cara datang ke TPS," katanya.

Ia juga berharap sejumlah pihak yang ada di lapangan, dari jajaran Satpol PP, Polres Bandung dan BPBD untuk memberikan pelayanan maksimal dalam membantu memfasilitasi warga dalam menggunakan hak pilihnya, terutama bagi mereka yang ada di lokasi rawan banjir.
"Supaya mereka tak kehilangan hak pilih disaat terjadi banir," katanya.

Sementara itu, Bupati Bandung H. Dadang M. Naser pihaknya sudah menanyakan ke KPU maupun Bawaslu terkait dengan pelaksanaan pemilu 17 April 2019 di lokasi rawan banjir di Kabupaten Bandung.
"Supaya penyelenggara pemilu bisa mengantusipasi pelaksanaan pemilu di tempat-tempat banjir," kata Dadang.

Bahkan, kata Dadang, untuk mengantisipasi kejadian banjir itu, pihaknya berusaha untuk komunikasi dengan jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah. Disaat terjadi banjir, kata Dadang, pelaksanaan pemilu tetap harus berjalan.

"TPS di lokasi rawan banjir bisa dipindahkan ke tempat yang aman dari ancaman banjir. Opsi harus disiapkan KPU dan dari pemerintahan turut membantu dan memfasilitasinya," katanya.

Dikatakannya, dalam pertemuan di jajaran forum komunikasi pimpinan daerah itu, tak hanya membahas bencana banjir, juga pelaksanaan pemilu di rumah sakit. "Soalnya, warga yang dirawat di rumah sakit berasal dari berbagai daerah," katanya.

Di rumah sakit harus disiapkan TPS khusus, di antaranya di RS Al Ihsan Baleendah, Majalaya dan di rumah sakit lainnya.

Editor: Endan Suhendra

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR