Prabowo Apresiasi Sikap Netralitas TNI/POLRI

Pemilu

Rabu, 10 April 2019 | 17:55 WIB

190410175752-prabo.jpeg

dtc

CALON Presiden RI nomor urut 02, Prabowo Subianto mengapresiasi sikap netral Tentara Nasional Indonesia (TNI) pada Pemilu 2019.

"Terima kasih kepada Panglima TNI yang baru saja mengeluarkan pernyataan bahwa TNI akan netral. Ini yang ditunggu-tunggu rakyat Indonesia," katanya pada orasi, di Solo, Rabu (10/4/2019).

Ia mengatakan, TNI harus netral karena tentara merupakan milik rakyat Indonesia dan lahir dari rakyat. Selain itu, dikatakannya, Kapolri juga menjamin bahwa polisi akan netral.

"Kapolri mengatakan bahwa yang tidak netral akan dicatat namanya," kata Prabowo pula.

Pada kampanye tersebut, dikatakannya, pasangan Prabowo-Sandi sepakat untuk bersih dari korupsi.

Prabowo mengatakan nantinya jika terpilih akan meminta kepada partai politik pengusung agar memberikan kader terbaiknya untuk membantu dalam pemerintahan.

"Kami akan bentuk pemerintahan yang bersih dari korupsi. Saya akan minta dari partai, kasih putra dan putrimu yang terbaik, kader dan tokoh terbaik. Di Partai Demokrat, salah satunya AHY (Agus Harimurti Yudhoyono, Red)," katanya pula.

Ia mengatakan nasib bangsa dan rakyat terlalu penting untuk dipermainkan oleh segelintir orang. Oleh karena itu, pada masa awal pemerintahannya nanti, pihaknya akan melakukan beberapa program yang bersifat meringankan masyarakat.

"Kami bisa turunkan harga listrik, harga daging, dan harga sembako di 100 hari pertama masa pemerintahan. Penghasilan petani juga akan kami jamin. Pupuk kami kirim ke petani," katanya pula.

Prabowo juga menegaskan akan menghentikan impor yang tidak perlu dan akan membangun ratusan pabrik baru di dalam negeri, di antaranya pabrik mobil, sepeda motor, pesawat terbang, dan kapal.

"Nelayan akan kami bantu semua, orang lemah kami bantu, yang kurang pintar kita bantu supaya pintar. Kurang modal dan miskin akan kami bantu. Bagaimana pun juga Pemerintah Indonesia harus pemerintah yang membela rakyatnya. Tetapi tolong, menangkan kami dulu pada 17 April," katanya lagi.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR