Raden: Anak Kecil Juga Bisa Gebrak Meja

Pemilu

Rabu, 10 April 2019 | 16:19 WIB

190410162011-raden.jpg

Robi Taufik Akbar

TANGGAPAN Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional (BPN), Fadli Zon terkait aksi gebrak meja yang dilakukan oleh Prabowo Subianto Capres 02 di Stadion Kridosono Daerah Istimewa Yogyakarta, Senin (8/4/2019) yang viral dibicarakan diberbagai jejaring media sosial dikatakan oleh Fadli sebagai aksi spontanitas dan level gayanya sudah selevel dengan gaya Bung Karno.

Merasa lucu dengan tanggapan Fadli yang menyebut gaya Prabowo sudah selevel Bung Karno.

"Tidak ada yang memukau dari Orasi Capres 02 Prabowo Subianto itu, dan tanggapan Fadli itu terlalu ngawur." ujar aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GmnI) Kabupaten Garut, Raden Irfan, Rabu (10/4/2019).

Tidak hanya Fadli, Amien Rais juga mengklaim saat kampanye akbar Prabowo di Stadion Sriwedari, Solo, Jawa Tengah, Rabu (10/4/2019) bahwa Prabowo memiliki 3 DNA yang hebat-hebat; DNA Bung Karno, Bung Hatta, dan Bung Tomo. Tiga DNA 'bung' ini ada dalam diri Pak Prabowo,"

Analogi ini menurut Irfan, terlalu hiperbola. Orasi Bung Karno penuh dengan penghayatan perjuangan bangsa, orasinya membakar semangat perjuangan rakyat, gagasan dan pemikirannya melahirkan ideologi besar; Marhaenisme yang kemudian melahirkan Pancasila 1 Juni 1945. Bung Karno mengatakan; Pancasila is Marhaenisme, Marhaenisme is Pancasila.

"Banyak quotes dan gagasan berharga yang keluar dari pidato-pidato Bung Karno, lah kalo Prabowo gagasan apa yang sudah Ia berikan saat orasi kepada rakyat, kepada pemuda, kepada mahasiswa dan para pelajar," ucapnya.

Bukan hanya memukau dihadapan mata dan telinga rakyat Indonesia yang melihat dan mendengarkan orasinya, dimata dunia Bung Karno juga, kata Irfan, merupakan sosok yang ditakuti dan disegani serta menjadi the power of ideas atau the power of inspiration bagi negara-negara yang memiliki kesamaan nasib sebagai negara terjajah untuk bangkit dan memperjuangkan kemerdekaannya.

"Jangan samakan aksi tempramen gebrak-gebrak meja ala Prabowo dengan aksi orasi gebrak penindasan, penjajahan dan perbudakan ala Bung Karno. Kalo hanya gebrak-gebrak meja podium seperti itu, anak kecil juga bisa," tandasnya.

Sebagai Capres, Prabowo harus mampu menularkan semangat persatuan kebhinekaan terhadap rakyat, namun sangat disesalkan hal itu tidak ada dalam diri Prabowo. Boleh kita amati, di setiap mekanisme kampanye pilpres ini, Prabowo cenderung memainkan gaya-gaya politik identitas yang pada kenyataannya hal itu saya kira tidak boleh dijadikan alat kepentingan politik dinegara yang bersifat majemuk ini oleh seseorang yang merasa nasionalis sejati.

"Jadi sisi mana yang dikatakan Fadli bahwa Prabowo itu sudah selevel Bung Karno, atau yang dikatakan Amien Rais bahwa Prabowo mewarisi 'DNA' tiga tokoh besar itu. Menurut saya itu hanya akal-akalan mereka saja untuk menutupi karakter Prabowo yang terlihat tempramen saat berorasi untuk menggiring opini masyarakat seakan-akan sifat seperti itu adalah sifat dari sosok tokoh-tokoh besar Indonesia ." pungkasnya.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR