BPD Prabowo-Sandi Garut Manfaatkan Kelemahan TKD Jokowi-Ma'ruf Amin

Pemilu

Rabu, 10 April 2019 | 10:11 WIB

190410101237-bpd-p.jpg

aktualnews

Ilustrasi.

WAKIL Ketua Bidang Hukum Badan Pemenangan Daerah (BPD) Prabowo Subianto - Sandiaga Uno, Sam Yosef, SH, yakin pasangan Joko Widodo atau Jokowi-Ma'ruf Amin tak akan menang di Kabupaten Garut. Alasannya, masyarakat menginginkan ada perubahan.

"Kami sangat yakin masyarakat Garut ingin perubahan, terlihat dari animo masyarakat yang sangat tinggi memenangkan pasangan Prabowo-Sandiaga Uno," ujarnya, Rabu (10/4/2019).

Tim pemenangan Prabowo-Sandi Kabupaten Garut, semakin percaya diri prosentase raihan suara bisa melampaui perolehan suara pada Pilpres 2014 lalu. Pencapaian perolehan suara sekurang-kurangnya menyamai hasil perolehan suara Pilpres 2014 .

"Harapan kita Garut masih dikuasai Prabowo, lebih pesat dari perolehan 2014. Tapi target minimalnya mempertahankan kemenangan di 2014," ucapnya.

Prabowo dan Sandiaga Uno, pernah ke Garut beberapa kali. Masyarakat secara terang-terangan ingin adanya perubahan.

Sam menjelaskan, keyakinan menang di Kabupaten Garut dengan mendulang suara besar, melihat kelemahan yang ada di Tim TKD, Jokowi-Ma'ruf Amin tidak bergerak secara maksimal.

"Salah satunya kita diuntungkan dengan tidak bergeraknya Ketua TKD (Tim Kampanye Daerah Jokowi Ma'ruf) Ade Ginanjar di Garut. Jadi salah satu kepercayaan diri Badan Pemenangan Prabowo Garut. Kepercayaan diri bahwa suara Prabowo akan melampaui raihan suara 2014, itu salah satu faktornya dengan tidak aktifnya ketua TKD Garut. Salah satu poin yang menguntungkan," cetusnya.

Tim pemenangan Prabowo Sandi tidak melihat gemuknya partai koalisi yang berada di kubu Jokowi-Ma'ruf. Justru ia memanfaat kelemahannya.

"Boleh saja gemuk koalisi, namun kalau tidak bergerak justru kami yang ramping koalisi lebih leluasa menguasai di setiap daerah," tegasnya.


Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR