KPU Garut Mulai Sortir dan Lipat Surat Suara Pemilu 2019

Pemilu

Minggu, 10 Maret 2019 | 22:04 WIB

190310220535-kpu-g.jpg

Agus Somantri

Penyortiran dan pelipatan surat suara untuk Pemilu 2019 sudah mulai dilakukan KPU Garut di GOR Banyu Sinergi Mandala, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Minggu (10/3/2019)

KOMISI Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Garut sudah mulai melakukan penyortiran dan pelipatan surat suara Pemilu 2019, Minggu (10/3/2019). Namun dari lima surat suara, baru empat surat suara yang diterima KPU Garut.

Ketua KPU Garut, Junaidin Basri, mengatakan satu surat suara yang belum diterima pihaknya yaitu untuk calon presiden. Meski begitu, proses pelipatan empat surat suara yang sudah diterima mulai dilakukan.

Menurut Junaedin, ada 400 orang per hari yang melakukan penyortiran dan pelipatan surat suara. Pihaknya menargetkan, pelipatan surat suara akan selesai dalam waktu dua minggu ke depan.

"Jadi Paling lama tiga hari sebelum pencoblosan, surat suara sudah bisa didistribusikan," ujarnya di lokasi pelipatan surat suara, GOR Banyu Sinergi Mandala, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Minggu (10/3/2019).

Jaenudin pun menjamin, selama proses pelipatan tidak akan terjadi kebocoran surat suara karena aparat keamanan terus berjaga di lokasi.
Selain itu, terangnya, semua petugas pelipat, saat masuk dan keluar akan mendapat pemeriksaan.

"Setiap petugas pelipat diperiksa KTP dan fotonya satu persatu. Telepon, kamera, dan tas mereka juga tidak boleh dibawa masuk ke dalam tempat pelipatan. Jadi kami jamin tidak akan ada surat suara yang dibawa keluar," ucapnya.

Ia juga menyebut, semua proses pengadaan logistik itu dijamin akan tepat, baik jumlah, mutu, dan sasarannya. Saat pendistribusian ke setiap wilayah, tak akan ada surat suara yang tertukar.

"Prosesnya juga diawasi polisi dan Bawaslu. Jadi biar tidak ada kecurangan," katanya.

Dituturkan Jaenudin, dari hasil penyotiran, pihaknya sudah menemukan ada sejumlah surat suara yang kondisinya rusak dan bolong. "Surat suara yang rusak tersebut akan diajukan untuk diganti setelah proses pelipatan selesai," ujarnya.

Sementara itu Kapolres Garut, AKBP Budi Satria Wiguna, menyebut jika pihaknya sudah menyiapkan personil untuk membantu pengamanan proses pelipatan surat suara. Selama proses Pemilu, kepolisian dan TNI juga melakukan pengawalan.

"Sampai proses distribusi, kami kawal terus. Ada 1400 personil polisi dan 600 anggota TNI yang akan mengamankan Pemilu," katanya.

Editor: Endan Suhendra

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR