Berdesa Jokowi Minta Prabowo Minta Maaf kepada Warga Jabar

Pemilu

Rabu, 20 Februari 2019 | 22:41 WIB

190220214213-berde.jpg

Rio Ryzki Batee

DEBAT Pilpres kedua pada tanggal 17 Februari lalu, menimbulkan reaksi dari berbagai kalangan. Salah satunya yang menjadi sorotan yakni pernyataan Capres Prabowo Subianto, yang mengkritik pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Kertajati.

Terkait kritik tersebut, Barisan Relawan Desa Jokowi 01 (Berdesa Jokowi 01) Jawa Barat meminta Capres Prabowo Subianto untuk meminta maaf kepada masyarakat Jawa Barat. Pasalnya keberadaan bandara internasional tersebut, memberikan kemajuan akan wilayah sekitarnya bahkan di Jawa Barat.

"Berdesa Jokowi 01 menuntut Capres Prabowo Subianto untuk meminta maaf kepada masyarakat Majalengka dan Jawa Barat terkait kritikannya terhadap keberadaan Bandar Udara Internasional Jawa Barat di Kertajati," ungkap Koordinator Berdesa Jokowi 01 Jawa Barat, Indra Sudrajat di Posko Berdesa, Jln. Banda, Kota Bandung, Rabu (20/2).

Menurutnya pernyataan Prabowo yang menyatakan bahwa Bandara Kertajati merupakan bentuk kesalahan dalam pembangunan infrastruktur dan hanya sekedar menjadi monumen, adalah bentuk penghinaan terhadap aspirasi warga Jawa Barat yang menginginkan untuk memiliki Bandara Internasional sendiri.

Dikatakannya BIJB merupakan bandara kebanggaan masyarakat Majalengka dan Jawa Barat. Dengan adanya bandara tersebut, maka terjadi geliat pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat sekitar bandara tersebut.

"Dengan Bandara Kertajati yang berada di lingkungan desa telah menjadi spirit bagi tumbuhnya kreativitas warga, terutama untuk industri rumahan," katanya.

Lebih jauh, pihaknya juga mengkritisi pernyataan Prabowo yang dianggap menutup mata akan prestasi petahana, Joko Widodo dalam mengembangkan infrastruktur nasional. Seperti pembangunan jalan, jembatan, pelabuhan yang dikritisi tidak efisien.

Indra menambahkan dengan keengganan Prabowo mengakui bahwa prestasi pembangunan Jokowi selama kepemimpinannya, maka kritik pembangunan tersebut dirasa tidak mendasar. Pasalnya pembangunan infrastruktur oleh Jokowi dalam rentang waktu hampir lima tahun telah sejalan dengan tuntutan masyarakat.

"Seperti kita lihat bersama bahwa perlahan tapi pasti, peran infrastruktur mampu mendorong pertumbuhan masyarakat. Tidak terkecuali masyarakat pedesaan yang menjadi sumber penghasil bahan-bahan pokok yang dibutuhkan masyarakat," tandasnya.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR