Soal Video Satu Jari, Emil : Jangan Asal Lapor

Pemilu

Kamis, 10 Januari 2019 | 21:35 WIB

190110213720-soal-.jpg

GUBERNUR Jawa Barat, Ridwan Kamil siap dipanggil badan pengawas pemilu (Bawaslu) untuk klarifikasi terkait video salam satu jari dalam acara PKB di GOR Pajajaran Bandung, beberapa waktu lalu, yang sempat viral di dunia maya.

Dikabarkan, video tersebut sudah dilaporkan secara resmi kepada Bawaslu oleh Aliansi Anak Bangsa (AAB) dan Koordinator Pelaporan Bela Islam (Korlabi) atas dugaan pelanggaran hukum Pemilu atau negative campaign yang dilakukan aparatur pejabat penyelenggara negara.

Kendati demikian Emil sapaan akrab Ridwan Kamil keukeuh dengan pendiriannya, bahwa aksi yang dilakukan dalam video tidak menyalahi aturan. Bahkan orang nomor satu di Jawa Barat berpendapat jika laporan yang dituduhkan pada dirinya hanya asal lapor.

"Pertanyaannya sederhana, itu yang melaporkan tolong sebutkan pelanggaran hukumnya apa? Kan melaporkan itu kalau diduga ada pelanggaran hukum atau aturan. Kalau tidak bisa menjawab berarti yang melaporkannya itu asal melaporkan," kata Emil saat ditemui di Gedung Pakuan, Kamis (10/1/2019).

Emil juga secara tegas menyatakan kesiapannya jika Bawaslu memanggil dirinya terkait masalah Video kontroversial itu. Emil juga mengaku akan datang karena pemanggilannya nanti merupakan ketaatan terhadap aturan yang berlaku.

"Jika untuk dimintai keterangan oleh Bawaslu saya siap datang sebagai ketaatan," ucapnya.

Aksi yang dilakukan di acara PKB itu tidak menyalahi aturan dengan dalih, kegiatan di lakukan pada hari libur sehingga tidak terbentur aturan terkait kepala daerah.

"Aturan membolehkan pejabat negara melakukan aktivitas politik di akhir pekan yaitu Sabtu Minggu. Saya datang ke acara PKB itu di hari Minggu. Sekali lagi jadi melanggar aturan tidak? Tidak," ucap dia.

Lebih lanjut Emil bergeming, salam jari yang dimaksud adalah simbol hari lahir Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang kebetulan mendapatkan nomor urut satu di Pemilu 2019.

"Itu acaranya PKB, jari saya simbolnya PKB, kalau Pak Jokowi jempol kalau tidak salah. Dilakukan di hari Minggu karena sudah konsultasi secara aturan, naik mobil juga pribadi," ucap dia.

Emil kembali menegaskan, jika memang video tersebut harus ada keterangan saya sebagai klarifikasi dirinya siap dan memastikan datang memenuhi panggilan Bawaslu nanti.

"Saya tidak masalah jika memang tetap harus dipanggil Bawaslu, kalau memang saya perlu dimintai keterangan," tuturnya.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR