181109231427-ma-ru.jpg

Engkos Kosasih

Ma'ruf Amin: Sadesha Merupakan Program Mulia

Pemilu

Jumat, 9 November 2018 | 23:12 WIB

Wartawan: Engkos Kosasih

CALON Wakil Presiden RI Maruf Amin mengatakan, program satu desa satu hafidz (Sadesha) ini merupakan program yang sangat mulia.

"Mempelajari dan memahami Alquran, dalam rangka menyiapkan kader perubahan. Kader  perbaikan," kata Maruf Amin saat menghadiri launching program Sadesha (Satu Desa Satu Hafizh) Halaqah Qur'aniyyah dan Pelantikan Pimpinan Cabang Jam'iyyatul Qurra Wal Huffazh Nahdhlatul Ulama se-Jawa Barat dan Rapat Kerja Wilayah Jam'iyyatul Qurra Wal Huffazh Provinsi Jabar di Pondok Pesantren Al Qur'an Al Falah II Nagreg, Kabupaten Bandung, Jumat (9/11/2018) malam.

Ma'ruf Amin mengajak kepada masyarakat untuk terus menghidupkan pesantren. Untuk itu, satu anak di setiap keluarga untuk dikirim ke pesantren.

"Supaya anak itu jadi kiai, supaya bisa melanjutkan tugas kiai dan tugas ulama. Tapi yang dikirim ke pesantren itu, anak yang paling pintar," kata Ma'ruf Amin.

Menurutnya, anak yang pintar yang dikirim ke pesantren itu, karena nantinya disaat mereka jadi kiai tugasnya harus menuntun dan membimbing umat.

"Artinya, jangan mengirimkan anak ke pesantren anak bodoh. Supaya tidak jadi kiai bodoh nantinya," katanya.

Menurutnya, pesantren menyiapkan calon ulama dan kiai. "Jangan sampai pesantren menjadi bengkel anak nakal," katanya.

Menurutnya, walaupun mengirim anak bodoh ke pesantren, jangan sampai merusak pesantren dalam upaya menyiapkan kiai dan para ulama.

"Ini tugas para ulama. Untuk membangun anak-anak, kader, yang dipersiapkan untuk menjadi ulama dan kiai," ujarnya.

Tugas ulama, imbuh Maruf Amin, yaitu menjaga umat dan negara. "Tugas besar ini tidak mungkin sendirian, tetapi harus bersama-sama untuk menangani keumatan, keagamaan dan kenegaraan," katanya.

Ia pun meminta kepada masyarakat untuk tidak menciptakan konplik. "Apalagi membesarkannya. Jika konplik itu sudah besar untuk diperkecil," ungkapnya.

Ulama ini pun mengajak kepada masyarakat untuk menjaga dan membangun terus ahlisunnah waljamaah. Disamping itu, ia juga mengajak kepada masyarakat untuk mempertahankan NKRI. "NKRI merupakan harga mati," katanya.

Editor: H. Dicky Aditya

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR