181108230528-soal-.jpg

Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Ahmad Muzani.

Soal Draf dari Yusri Ihza Mahendra Untuk Koalisi Indonesia Adil Makmur, Gerindra Sebut Belum Terima

Pemilu

Kamis, 8 November 2018 | 23:02 WIB

Wartawan: H. Dicky Aditya

SEKRETARIS Jenderal Partai Gerindra, Ahmad Muzani mengaku, partainya belum menerima draf dari Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB), Yusril Ihza Mahendra. Bahkan, dia mengaku belum pernah mendengar adanya draf tersebut.

"Saya enggak pernah baca ya. Saya enggak pernah dengar ada draf itu dari Pak Yusril atau dari PBB," kata Muzani ditemui di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (8/11/2018).

Draf yang ditulis Yusril diketahui berisi harapan membentuk format tepat untuk Koalisi Indonesia Adil Makmur. Tanpa format jelas, partai koalisi selain Gerindra tak akan mendapat keuntungan elektoral di Pileg 2019 ketika mendukung Prabowo-Sandiaga.

Muzani menerangkan, pembicaraan antarpartai dalam Koalisi Indonesia Adil Makmur berjalan baik. Bahkan, pembicaraan Gerindra dengan Yusril selama ini sudah baik.

"Dan pembicaraan tentang koalisi kita dengan PKS, Demokrat, dan PAN lancar-lancar saja dan enggak ada problem. Tapi dengan Pak Yusril saya enggak pernah lihat ada masalah dan saya juga belum pernah dengar dan belum pernah baca ada draf itu dari Pak Yusril," tuturnya.

"Yang ada, saya dari dulu tidak pernah dihubungi Pak Yusril. Kita sudah mencoba. Ya kita hormatilah keputusan Pak Yusril. Beliau sudah memutuskan untuk berpihak ke sana, jadi tidak ada yang perlu dijelaskan," tegasnya.

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PBB), Yusril Ihza Mahendra berharap ada format konkret dari Koalisi Indonesia Adil Makmur yang mengusung Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden Nomor Urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno.

"Saya menyarankan kepada Pak Prabowo dan Pak Sandi agar mengundang ketua-ketua partai dan mendiskusikan format koalisi seperti apa yang akan disepakati bersama antarpartai," ujar ‎Yusril dalam keterangan tertulis yang diterima, Kamis (8/11/2018).

Menurut Yusril, sampai saat ini partai koalisi mendukung paslon Prabowo-Sandi tanpa format jelas. Padahal caleg-caleg anggota koalisi disuruh all out melakukan kampanye Prabowo-Sandiaga.

Dalam pileg di suatu dapil, sesama anggota koalisi saling bertempur untuk memperoleh kemenangan bagi partainya. Tanpa format jelas, partai koalisi selain Gerindra tak mendapat keuntungan elektoral.

"Partai-partai anggota koalisi yang lain bisa babak belur. Ini saya katakan dalam Pileg di Dapil, PBB bisa digergaji sama Gerindra," ungkapnya.

Editor: H. Dicky Aditya

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR