181108222920-tanta.jpg

dokumen galamedianews.com

Tantang Diskusi Harga di Pasar, Sandi Undang Presiden Jokowi Hadiri Munas APPSI

Pemilu

Kamis, 8 November 2018 | 22:27 WIB

Wartawan: H. Dicky Aditya

CALON presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) dengan cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno saling sindir soal tempe dan harga pangan di pasar tradisional.

Jokowi saat blusukan di Pasar Anyar, Tangerang menyebut harga sembako relatif stabil. Sementara Sandi membalas harga-harga di pasar tradisional melambung tinggi, termasuk Pasar Anyar.   

Sandi mengaku telah berkeliling ke pasar tradisional tersebut untuk memastikan harga di sana memang melambung tinggi. Bahkan, dia siap adu data dan fakta dengan Jokowi.

Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu berinisiatif mengundang Presiden Jokowi berdiskusi saat musyawarah nasional (Munas) Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) November ini.

“Menurut saya ini diskursus yang baik. Buat kami sangat bersyukur dan mengapresiasi itu. APPSI mau munas dan karena saya terlalu sibuk, saya akan menyelenggarakan munas, dan saya akan mengundang bapak presiden,” kata Sandi di Lenteng Agung, Jakarta, Kamis (8/11/2018).

Dia mengatakan, dalam Munas APPSI, Jokowi bisa menyampaikan apa yang menjadi pandangannya terkait pengelolaan pasar tradisional, mulai stabilitas harga pangan hingga penataan pasar. Selanjutnya, Sandi yang juga Ketua Umum APPSI akan memaparkan hal serupa berdasarkan data yang dimilikinya.

“Ini menjadi hal yang paling bisa dipegang ke depan, supaya nanti lima tahun lagi kita tidak bicara pasar masih kumuh, pasar pengelolaannya kurang optimal,” ujar dia.

Sandi juga berharap, diskusi tentang pasar tradisional antara dirinya dengan Jokowi tersebut berdampak pada kondisi pasar semakin baik, termasuk kunjungan masyarakat meningkat dibanding pasar modern.

“Munas APPSI insyaallah digelar November ini. Diskursus ini bisa meningkatkan animo masyarakat ke pasar tradisional, paling tidak 1-2 minggu karena perhatian masyarakat ke pasar tradisional diangkat dengan kunjungan kami dan terakhir pak presiden,” tutur Sandi.

Editor: H. Dicky Aditya

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR