180912225036-ma-ru.jpg

Sabdanews.com

Ma'ruf Amin Ingin Khofifah Indar Parawansa Jadi Calon Presiden

Pemilu

Rabu, 12 September 2018 | 22:50 WIB

Wartawan: H. Dicky Aditya

BAKAL Calon Wakil Presiden (Cawapres) KH Ma’ruf Amin kembali berkunjung ke Jawa Timur (Jatim), Rabu (12/9/2018). Kali ini, Ma’ruf ke kediaman KH Asep Syaifudin Halim, kompleks Ponpes Amanatul Ummah, Pacet, Mojokerto.

Kiai Ma’ruf ditemani istrinya Nyai Hj Wury Estu Handayani yang juga pengurus PP Muslimat NU. Turut mendampingi, gubernur terpilih Khofifah Indar Parawansa serta putri pendiri NU KH Wahab Chasbullah, Ny Hj Machfudhoh.

Kendati demikian, Ketua Umum PP Muslimat Khofifah Indar Parawansa menjadi bintang dalam pertemuan itu.  Ini karena Khofifah disebut Kiai Ma’ruf sebagai calon presiden (capres) 2024 mendatang.

Harapan itu disampaikan Kiai Ma'ruf kala menggambarkan dirinya dengan Jokowi di Pemilihan Presiden (Pilpres) kali ini yang merupakan perpaduan nasionalis-religius. Duet ini sama dengan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan Megawati serta Megawati-Hamzah Haz pada awal reformasi silam.

Saat Gus Dur menjadi presiden, kata Kiai Ma’ruf, wakilnya Megawati Soekarnoputri sehingga mereka menjadi pasangan religius-nasionalis. Giliran Megawati menjadi presiden, wakilnya Hamzah Haz (nasionalis-religius).

“Andaikata jadi (Jokowi-Kiai Ma’ruf memenangi Pilpres 2019), ini melambangkan Pak Jokowi nasionalis, saya Islam (nasionalis-religius). Besok diharapkan ada presiden yang Islam dan nasionalis wakilnya. Siapa tahu yang akan jadi presiden ke depan Ibu Khofifah,” paparnya yang disambut aplaus hadirin.

Soal kapasitas, menurut Kiai Ma’ruf, perempuan yang juga ketua umum PP Muslimat NU itu tidak perlu diragukan. “Pengalamannya cukup, kemampuannya ada. Pokoknya kalau syarat sudah cukup, nasabnya cukup, tinggal nasibnya saja,” katanya sambil tersenyum.

Selain itu, perjalanan Khofifah juga hampir sama dengan Jokowi, dari gubernur kemudian menjadi presiden. “Saya kira tidak terlalu jauh kalau gubernur jadi presiden. Itu Pak Jokowi dulu gubernur jadi presiden. Mudah-mudahan,” ujar rais aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu.

Editor: H. Dicky Aditya

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR