180720214315-pemil.jpg

net

Pemilu 2019, Waspadai Campur Tangan Asing

Pemilu

Jumat, 20 Juli 2018 | 21:43 WIB

Wartawan: Agus Somantri

PEMERINTAH Republik Indonesia bersama-sama Dewan Perwaklan Rakyat (DPR) telah mengesahkan UU no 7 tahun 2017 tentang Pemilu yang digunakan sebagai dasar penyelenggaraan pemilihan anggota Legislatif (Pileg) dan Pemiihan Presiden (Pilpres) Republik Indonesia pada tahun 2019.

Rektor Universitas Garut (Uniga), Dr., Ir., H. Abdusy Syakur Amin, M.Eng., mengingatkan, menghadapi tahun politik di tahun 2018 dan 2019 ini, pemerintah dan masyarakat harus mewaspadai berbagai ancaman, termasuk campur tangan pihak asing.

"Campur tangan pihak asing pada pilpres tahun depan tidak bisa dihindari, karena mereka berkepentingan kepada Indonesia," ujarnya saat memberikan materi pada acara Fokus Grup Discusion (FGD) dengan tema "mewujudkan masyarakat Garut yang anti radikalisme dalam mendukung terselenggaranya pesta demokrasi yang aman dan damai", di Hotel Sumber Alam, Cipanas Garut, Jumat (20/7/2018).

Menurut Syakur, pihak asing sangat berkepentingan dengan Persiden terpilih pada periode depan, dikarenakan akan sangat berkaitan dengan investasinya di Indonesia. Sehingga, dinamika pilpers dan pileg ini akan sangat tinggi karena banyak yang berkepentingan.

Ia menyebutkan, Indonesia merupakan negara yang sangat seksi, dimana sumber daya alamnya juga letaknya yang sangat stategis. Hal ini mengundang banyak pihak yang ingin menguasa kekayaan alam Indonesia.

"Staregi untuk menguasai Indonesia sangatlah banyak, diantaranya dengan menurunkan ideologi mereka. Dan ini yang akan berpotensi konlifik, dengan menggunakan foxy war," ucapnya.

Kasat Binmas Polres Garut, AKP Poniman SH, mengatakan, kegiatan Forum Grup Discusion (FGD) tersebut merupakan agenda untuk mensukseskan pileg dan pilpres yang akan digelar pada 2019 mendatang. Diharapkan pelaksanaan pileg dan pilpres di Garut khususnya dan umumnya di Indonesia bisa berjalan dengan aman dan damai seperti halnya pelaksanaan pilkada beberapa waktu lalu.

"Alhamdulillah secara keseluruhan pelaksanaan pilkada kemarin di setiap daerah aman dan kondusif. Kita harapkan juga hal itu terjadi pada pelaksanaan pileg dan pilpres nanti," tuturnya.

Menurut Poniman, kegiatan Forum Grup Discusion (FGD) yang bertema "Mencegah radikalisme untuk memelihara Kabupaten Garut dalam rangka memperkokoh Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam menghadapi Tahun politik 2019" yang diselenggarakan Polres Garut tersebut dihadiri berbagai unsur, mulai dari forum komunikasi daerah hingga kalangan mahasiswa.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Garut, Yuda Puja Turnawan, mengaku sangat mengapresiasi dan menyambut baik dengan terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, saat ini masih banyak masyarakat yang tidak tahu perihal radikalisme. Pemerintah dituntut lebih intens dalam melakukan sosialisasi terutama di kalangan bawah yang langsung bersentuhan dengan masyarakat.

"Kegiatan ini sangat baik terutama saat menghadapi tahun politik 2019. Yang di undang juga para pejabat dan ormas, parpol, dan berbagai pihak," ucapnya.

Yuda pun berharap, melalui kegiatan ini masyarakat akan lebih faham terutama pada tahun politik yang memang rawan terjadi konflik akibat banyaknya berbagai kepentingan berbagai pihak.

"Dengan adanya tsunami hoax juga masyarakat harus mulai sadar dan jangan terbawa arus," katanya.

Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:



BERITA LAINNYA

KOMENTAR