Pengunjung Gunung Tangkuban Parahu dan Gunung Berapi Wajib Unduh Magma Indonesia

Pariwisata

Kamis, 24 Oktober 2019 | 09:16 WIB

191024091724-pengu.jpg

PUSAT Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kembali mengimbau masyarakat untuk mengunduh aplikasi Magma Indonesia.

Aplikasi ini berisi informasi dan rekomendasi kebencanaan geologi terintegrasi, baik gunung api, gempa bumi, tsunami, dan gerakan tanah secara realtime.

Masyarakat dapat memantau laporan aktivitas gunung api, informasi penyebaran abu vulkanik, gempa bumi, serta laporan tanggapan gerakan tanah.

Kasubid Mitigasi Gunung Api Wilayah Barat PVMBG, Nia Haerani menyarankan, masyarakat yang berkeinginan mengunjungi Taman Wisata Alam (TWA) Tangkuban Parahu dan gunung berapi lainnya untuk mengunduh aplikasi Magma.

Melalui aplikasi Magma Indonesia, aktifitas vulkanik di Gunung Tangkuban Perahu bisa diketahui masyarakat secara realtime.

"Di aplikasi Magma Indonesia kita selalu update data Gunung Tangkuban Parahu setiap hari. Melaui aplikasi ini, masyarakat bisa mengetahui informasi perigatan apabila ada aktifitas yang tak biasa di Gunung Tangkuban Parahu," kata Nia yang dikutip dari PRFM, Kamis (24/10/2019).

Namun demikian, Nia menyarankan wisatawan maupun pedagang di TWA Tangkuban Parahu agar tidak turun ke Kawah Ratu maupun Kawah Upas. Pasalnya, dua kawah tersebut masih mengeluarkan unsur kimia berwujud gas yang berbahaya bila dihirup tubuh manusia.

"Konsentrasi gas di Gunung Tangkuban Parahu masih terdeteksi. Walupun memang nilai konsentrasi gasnya sudah jauh di bawah ambang batas," imbuh Nia.

Editor: Kiki Kurnia



Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA