Desa Sindangpalay Karangpawitan Diresmikan Sebagai Desa Wisata

Pariwisata

Minggu, 13 Oktober 2019 | 16:29 WIB

191013162216-desa-.jpg

LINGGARATU sebuah gugusan batu terletak di sebuah makam yang memperlihatkan banyak hamparan batu besar yang tersusun unik. Kini, makam ini telah hampir berusia 13 abad dan dipercaya sebagai leluhur penduduk bukit Linggaratu yang menyebarkan agama Islam yaitu Prabu Kingking.

Terletak di Kampung Babakan Sukasirna Desa Sindangpalay, Kecamatan Karangpawitan, berjarak 8 km 21 km dari kota Garut. Karena di lokasi ini aktivitas utamanya adalah ziarah, Desa Sindangpalay menggarapnya sebagai Desa Wisata Religi, meski tidak menutup kemungkinan pengembangannya dengan spot-spot lain untuk camping ground, naik gunung atau wisata alam lainnya.

Camat Karangpawitan, Rena Sudrajat atas nama Bupati Garut, saat meresmikan Desa Wisata Lingaratu, membenarkan hal itu. "Sejarah penyebaran Islam oleh Prabu Kingking terjadi 13 abad lalu," katanya , Minggu (13/10/2019).

Dengan dijadikannya Desa Sindangpalay sebagai desa wisata, ia berharap selain menjaga kelestarian budaya, juga desa wisata ini menjadi lokomotif perekonomian masyarakat, sehingg ini berdampak terhadap kemajuan daerahnya. Ia berjanji desa-desa di Kecamatan Karangpawitan ke depan menjadi desa wisata herbagai jenis, baik wisata religi, edukasi, alam atau wisata kuliner sekalipun.

Meski demikian, Rena mengingatkan desa-desa wisata ini bisa berkembang, kecuali hanya dengan kesiapan masyarakatnya, kareba bila tidak, wisatawan enggan lagi berkunjung lagi, karena sambutan masyarakatnya yang kurang bagus, baik karena tarif mahal, atau sisi keamanan dan kenyamanannya.

"Harus ada dukungan dari masyarakat, bila ingin berkembang," ujar Rena dihadapan masyarakat Desa Sindangpalay, termasuk para perwakilan SKPD, seperti dari Disparbud DPMD, DPMPT, dan Diskominfo, Ketua Asosiasi Usaha Daya Tarik Wisata (AUDTW) Garut Anton Galuma, serta undangan lainnya.

Untuk lebih meningkatkan sadar wisata masyarakatnya, Kecamatan Karangpawitan akan menggulurkan program Bioskop Rakyat, di mana media ini diharapkan menjadi ruang bagi masyarakat dalam memperoleh informasi dan edukasi kepariwisataan dengan diselingi hiburan.

Sementara itu, menurut Ketua RW 05 Iwan (45), sejak dulu objek wisata Linggaratu kerap dikunjungi wisatawan domestik bahkan wisatawan asing, meski pengelolaannya masih swadaya.

"Mudah-mudahan dengan peresmian desa wiasata ini semakin memotivasi kami untuk menjaga dan memelihara objek wisata kami lebuh baik lagi. Kami minta tolong Dinas Kominfo dapat membantu mempublikasikan wisata kaki dan potensi lainnya," pungkas Iwan.

Desa Wisata Linggaratu, seperti dituturkan Ketua Asosiasi Usaha Daya Tarik Wisata (AUDTW) Garut, Anton Galuma, selain menampilkan objek wiasata religi juga terdapat spot wisata alam untuk camping ground, dan goa linggaratu. Spot-spot itu masih perlu terus dibenahi agar nantinya lebih menarik lagi

Editor: Kiki Kurnia



Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA