Ibu-ibu Peduli Bandung Menolak Kawasan Wisata Halal

Pariwisata

Rabu, 18 September 2019 | 17:40 WIB

190918174140-ibu-i.jpg

SEJUMLAH ibu-ibu Peduli Bandung menolak konsep wisata halal yang rencananya akan diberlakukan di Kawasan Gelap Nyawang, Kelurahan Taman Sari, Kecamatan Coblong. Pasalnya masyarakat Kota Bandung yang pada dasarnya majemuk dan pluralisme.

"Kami tegas menolak penerapan kawasan wisata halal, karena tidak perlu label halal dalam konsep kawasan apalagi pariwisata," ungkap Koordinator Ibu-Ibu Peduli Bandung, Harastuti usai audiensi di Gedung DPRD Kota Bandung, Jln. Sukabumi, Kota Bandung, Rabu (18/9/2019).

Dalam audiensi penolakan tersebut, ibu-ibu yang peduli akan kebudayaan Kota Bandung ini, diterima oleh tiga fraksi DPRD Kota Bandung, yakni PDI-Perjuangan, NasDem dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Pihaknya mendesak DPRD Kota Bandung untuk mengambil langkah nyata, salah satunya dengan meminta Pemkot Bandung untuk tidak meneruskan konsep wisata halal di kawasan Gelap Nyawang. Karena mayoritas penduduk Kota Bandung sangat menghormati pruralisme, yang tidak menutup kemungkinan akan bertentangan dengan konsep kawasan wisata halal.
    
"Kami melihat niat membangun kawasan wisata halal itu, sebenarnya sangat sensitif dan bisa memicu konflik di tengah masyarakat Kota Bandung yang sudah biasa hidup ditengah perbedaan. Dikhawatirkan ini malah menjadi trigger bagi kota lain," katanya.

Menanggapi aspirasi tersebut, Ketua Fraksi NasDem DPRD Kota Bandung, Uung Tanuwidjaya menjelaskan, konsep kawasan wisata halal yang akan diterapkan Pemkot Bandung, salah satunya terkait pelabelan pada wisata halal dan produk.

"Pelabelan produk wisata halal itu merupakan ranahnya MUI. Oleh karena itu, pengembangan pariwisata dalam upaya memenuhi kebutuhan orang tidak perlu dibatasi oleh konsep kawasan," ujarnya.

Berdasarkan referensinya, wisatawan yang datang ke Kota Bandung tidak didominasi komunitas tertentu. Sehingga penerapan kawasan wisata halal dinilai kurang memberi dukungan untuk pengembangan pariwisata Kota Bandung.

"Selama ini wisatawan yang datang ke Bandung, cukup puas meski tanpa embel-embel label halal. Buktinya mereka datang kembali mengunjungi kota Bandung," terangnya.

Sementar itu anggota DPRD Kota Bandung, yang juga ketua fraksi PSI, Cristhian Julianto mengatakan pihaknya akan menampung tanggapan dari warga kota Bandung tersebut. Terlebih nilai-nilai yang disampaikan selaras dengan nilai PSI yang memperjuangkan pluralisme dan toleransi di Kota Bandung.

Politisi PSI ini juga menerangkan sebelumnya sempat meminta klarifikasi langsung dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung. Dalam kesempatan tersebut, pihak terkait mengutarakan keinginannya merubah konsep menjadi Bandung Travelers Friendly City, dimana Bandung Ramah bagi semua kalangan wisatawan.

"Harapan kami, pengembangan pariwisata di kota Bandung harus tetap sesuai RIPPDA (Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Daerah) 2012-2025 dimana sudah ada klasifikasi wilayah pariwisata," tambahnya.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA