Wisatawan Bandung Akan Disuguhkan Wisata Teknologi Nuklir

Pariwisata

Rabu, 18 September 2019 | 16:46 WIB

190918163708-wisat.jpg

Irwina Istiqomah

DESTINASI wisata di Kota Bandung bakal semakin beragam. Selain wisata belanja dan kuliner, pada 30 Oktober 2019 mendatang wisatawan disuguhkan dengan objek wisata teknologi nuklir.

Pusat Sains dan Teknologi Nulir Terapan (PSTNT) Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) siap untuk menjadi bagian dari kepariwisataan Kota Bandung. Wisata teknologi nuklir ini pun mengajak pengujung memahami cara kerja nuklir yang ternyata memberikan banyak manfaat bagi kehidupan manusia seperti pengobatan kanker, pertanian, dan energi.

"Kami ingin memperlihatkan kepada masyarakat Bandung dan Jawa Barat bahwa Indonesia sudah memasuki era teknologi nuklir sejak 1965 di Bandung. Karena Bandung memang punya kekhasan. Jadi, era teknologi nuklir dimulai dari Bandung," tutur Kepala PSTN Batan, Jupiter Sitorus Pane di Kantor Batan, Rabu (18/9/2019).

Wisatawan dapat mengunjungi area Reaktor, Lab Produksi Isotop, Lab Senyawa Bertanda, maupun Teknik Analisis Nuklir. Merujuk pada peraturan internasional, pengujung ke lokasi Reaktor harus berusia minimal 18 tahun.

"Kalau untuk pengunjung yang usia di bawah 18 tahun bisa ruang pameran. Karena kita juga akan memamerkan hasil penelitian dan pengembangan dari 2015 - 2019," tuturnya.

Pengunjung yang datang pun tidak akan dikenakan tarif masuk atau gratis lantaran udah ditanggung oleh pemerintah. "Soal keamanan tidak perlu khawatir karena selalu kita perhatikan. Keamanan menjadi prioritas," ucapnya.

Kepala Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung, Dewi Kaniasari mengatakan, wisata teknologi nuklir di Batan ini merupakan pengembangan pariwisata Kota Bandung. Pengelolaan teknologi nuklir dapat dikaitkan dengan atraksi, satu dari tiga penopang utama pariwisata selain aksesibilitas dan amenitas.

"Kita ingin ada berbagai macam atraksi yang menarik wisatawan. Di Batan ini tidak hanya soal teknologi nuklirnya yang menjadi bahan edukasi, tetapi dari segi bangunannya juga dapat dikatakan bangunan cagar budaya," terangnya.

Untuk pengunjung, pihaknya akan berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan Jabar agar siswa SMA/sederajat mendapat pengalaman studi dan wawasan mengenai teknologi nuklir. "Masyarakat harus tahu bahwa teknologi nuklir tidak selalu mengerikan, tetapi bisa digunakan untuk kebermanfaatan," katanya.

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung pun siap memberi dukungan kepada Batan sebagai lokasi baru kunjungan wisatawan. Menurutnya, Batan terletak di kawasan wisata yang strategis dengan dikelilingi objek kunjungan lainnya seperti Kebun Binatang Bandung, bangunan cagar budaya Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Forest Walk.

"Kita berpikir membuat jalur yang menghubungkan objek wisata tersebut. Ini akan menjadi kawasan wisata komprehensif karena ada wisata edukasi, teknologi, dan lainnya. Tapi, kita perlu kerja sama dengan industri pariwisata dari mulai hotel hingga transportasi. Kita inginnya nanti hotel-hotel di sekitar Dago bisa memberikan promo dan agen travel yang menyediakan paket wisatanya," jelasnya.

Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA