Bandung Great Sale Diikuti 17 Mal dan 2500 Merchant

Pariwisata

Sabtu, 7 September 2019 | 18:29 WIB

190907180448-bandu.jpg

Yeni Siti Apriani

BANGDUNG Great Sale kembali hadir, mulai tanggal 7 September hingga 6 Oktober 2019. Sebanyak 17 mal dan 2500 merchant ikut serta dalam acara ini dan memberikan diskon sampai 70 persen.
Menurut Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung, Dewi Kaniasari (Kenny), Bandung Great Sale (BGS) tahun 2019 merupakan penyelenggaraan keempat sejak tahun 2016. Pelaksanaannya disinergikan dengan peringatan Hari Jadi Kota Bandung.
"Bandung Great Sale diselenggarakan selama 1 bulan, mulai 7 September hingga 6 Oktober," ujar Kenny dalam pembukaan Bandung Great Sale di 23 Paskal, Jalan Pasirkaliki, Sabtu (7/9).
Kenny berharap agar dengan adanya program Bandung Great Sale ini daya belu masyarakat terdongkrak dan para pelaku usaha dapar meningkatkan usahanya. "Diperkirakan terjadi kenaikan jumlah pengunjung perbelanjaan fan pendatang dari luar kota sebesar 15 persen," ungkapnya.
Tak hanya mal, retail, hotel dan restoran, Kenny pun mengungkapkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) pun ikut serta. "Sejumlah SKPD (satuan kerja perangkat daerah) pun akan memberikan pelayanan bagi masyarakat. Seperti Dinas Kesehatan yang bekerja sama dengan rumah sakit- rumah sakit, terus Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah akan memberikan insentif," tandasnya. 
Diharapkannya, kegiatan ini bisa mendatangkan  pengunjung dan wisatawan."Saya harap rekanhrekan Disbudpar dan stakeholder tetkait mempromosikan Bandung Great Sale. Sehingga saat tahu ada Bandung Great Sale, masyarakat pada datang. Kenapa enggak pas Singapura ada great sale orang Bandung ke sana, sekarang giliran dari Singapura ke Bandung," harapnya.
Ahmad Kosim dari Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia Jawa Barat mengatakan, terdapat  17 mal di Kota Bandung yang mengikuti Bandung Great Sale. "Ada diskon sampai 70 persen, ini merupakan program bagus dari Disbudpar sehingga mal-mal tambah semarak dan ramai dengan antusiasme masyarakat," ungkapnya.
Saat ini, ungkapnya, baru tenan-tenan yang menampilkan produk lokal yang memberikan penawaran diskon, sementara produk luar belum. Bahkan, mal-mal pun memfasilitasi UMKM (usaha mikro kecil dan menengah) untuk menampilkan produk mereka. "UMKM difasilitasi dan enggak bayar," ungkapnya. 
Sementara itu Nugraha selaku Sekertaris Umum Asosiasi Pengusaha Retail Indonesia Jawa Barat mengatakan, pihaknya ikut serta mulai dari pelaksanaan Bandung Great Sale pertama tahun 2016, dan kini sudah memasuki tahun keempat. "Kami biasanya memberikan penawaran tiap akhir pekan, dengan Bandung Great Sale lebih ramai lagi," ujar Nugraha. 
Acara ini secara resmi dibuka Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana. Pada kesempatan itu, Yana mengatakan Bandung Great Sale merupakan rangkaian peringatan Hari Jadi Kota Bandung ke 209. Tahun ini merupakan tahun keempat penyelenggaraan Bandung Great Sale. Dari rahun ke tahun jumlah pesertanya semakin banyak.
"Tahun ini diikuti 2500 merchant dan 17 mal, diharapkan acara ini bisa mendongkrak perekonomian di Kota Bandung," harapnya.
Produk yang ditampilkan dalam Bandug Great Sale, ungkap Yana, beragam mulai UMKM hingga barang branded yang ditawarkan tenan-tenan di pusat perbelanjaan. "Semua diajak ikut serta dalam Bandung Great Sale agar semakin terasa ada bulan diskon di Kota Bandung," tandasnya.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA