Kemunculan Hiu Blacktip di Nusa Dua Bali Sedot Wisatawan Lokal dan Asing

Pariwisata

Jumat, 23 Agustus 2019 | 14:13 WIB

190823141554-kemun.jpg

MUNCULNYA puluhan kawanan hiu jenis Blacktip yang bergerombol di pinggiran Perairan Pulau Peninsula, Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, menjadi daya tarik para wisatawan lokal maupun asing.

Beberapa wisatawan asing juga terlihat turun ke perairan untuk mengabadikan potret gerombolan hiu karang tersebut. Sebagian juga hanya berdiri menonton di darat melihat gerombolan hiu yang meliuk-liuk di dalam air laut tersebut.

Amang Raga selaku Volunteer Jakarta Animal Aid Network (JAAN) yang turun ke lokasi untuk memantau para hiu tersebut mengatakan adanya gerombolan hiu tersebut biasa terjadi diantara bulan Juni dan September.

"Sebenarnya bukan fenomena, ini kejadian biasa dan alami. Biasa terjadi diantara bulan Juni sampai September. Dan ini bisa jadi parameter ada peningkatan ekosistem dan ini juga bertambanya sistem disekitar sini sudah mulai membaik," kata Amang, Jumat (23/8/2019).

Amang juga menjelaskan, untuk jenis Blacktip memang hidup di perairan dangkal atau disekitar terumbu karang yang mencapai 40 meter.

"Jenisnya Blacktip masih tergolong hiu karang. Jadi dia hiu dangkal sampai 40 meter hidupnya dan hiu ini sekitaran disini saja. Jadi kebetulan ini musim pakaannya, mungkin dia naik atau bisa juga menjadi indikator bahwa (ada) perubahan arus dibawah tapi kemungkinan itu kecil," jelasnya.

Ia juga menjelaskan hiu Blacktip tidak berbahaya dan menurutnya tidak ada hiu yang berbahaya. "Tidak ada hiu yang berbahaya justru kita yang membahayakan hiu-nya," ungkapnya.

Amang juga memprediksi, bahwa para gerombolan hiu tersebut akan berkeliaran di sekitar Perairan Pulau Peninsula dari 3 hari hingga satu pekan kemudian mencari tempat lain.

"Dia akan pergi, mungkin disini 3 hari atau satu Minggu tergantung pakannya juga. (Pakannya) ikan-ikan kecil dan ini istilahnya saatnya panen buat ikan-ikan Hiu dan ini efek dari peningkatan pakan dan membaiknya ekosistem disekitar sini," ujarnya.

Dia juga memaparkan, bahwa Hiu Blacktip habitatnya di lautan Indo-fasifik dan hampir di seluruh wilayah Indonesia itu ada dan tidak hanya di Bali saja.

"Ini termasuk lautan Indo-fasifik. Kalau Hiu Blacktip hampir merata di seluruh perairan Indonesia. Jadi tidak hanya di Bali. Di Indonesia hampir 400 jenis hiu yang terindikasifi sekarang sudah 250 jenis hiu asli Indonesia," papar Amang.

Namun Amang juga menghimbau, kendati hiu Blacktip tergolong hiu yang tidak agresif dan tidak menyerang manusia. Namun, para pengunjung atau turis untuk tidak turun ke perairan karena sifat hewan liar tidak bisa diprediksi.

"Sebenarnya ini bagian dari pariwisata, tapi kita lebih baik mengamati dari darat saja dan jangan turun karena nanti dia terusik dan terganggu yang namanya satwa liar kita tidak prediksi sifatnya. Walaupun ini nampak tidak berbahaya tau-tau menyerang. Jadi tidak usah dekat-dekat kita amati dari darat saja," ujar Amang.

Sementara salah wisatawan asing bernama Oliver dari Negara Perancis mengungkapkan rasa senangnya. Karena, bagi dia gerombolan hiu tersebut adalah sebuah kejutan saat berlibur di Bali.

"Saya gendong anak saya dan ke laut melihat hiu dan saya sangat senang. Saya dua kali melihat hiu pertama di Thailand dan sekarang di Bali dan ini menyenangkan," ujar Oliver.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA