Pesona Tebing Karaton Masih Daya Tarik Wisatawan Millenial

Pariwisata

Selasa, 11 Juni 2019 | 19:50 WIB

190611195456-peson.jpg

Kiki Kurnia

PESONA Tebing Karaton (Keraton) di Desa Ciburial, Kabupaten Bandung ternyata masih memiliki data tarik bagi para wisatawan untuk menghabiskan masa libur Lebaran 1440 H. Sepekan pascaIdulfitri atau Selasa (11/6/2019), Tebing Karaton masih ramai dikunjungi ratusan wisatawan.

Umumnya yang datang ke Tebing Karaton adalah kaum millenial (Muda), walaupun ada pengunjung dewasa. Bisa ditebak kedatangan mereka ingin mengabadikan secuil keindahan alam Kawasan Bandung Utara (KBU) dari puncak Tebing Karaton.

Patut diakui, jika keindahan alam dan panorama Kota Bandung dari puncak Tebing Karaton ini bisa memanjakan mata Anda dan menghilangkan penat. Bukan hanya itu, rasa capek bagi pengunjung yang berjalan kaki dari Warung Bandrek sejauh kurang lebih 1,5 km langsong terbayarkan. Udara khas pegunungan langsung menyapu wajah dan tubuh Anda.

Ada dua opsi untuk bisa ke lokasi Tebing Karaton. Anda bisa berjalan kaki sejauh 1,5 Km menyusuri Taman Hutan Raya (Tahura) Djuanda dengan kondisi jalan menanjak dan jalan yang sudah dibeton. Atau Anda bisa naik ojek yang banyak ditawarkan oleh warga setempat. Sayang ongkos naik ojeknya bisa menaikkan alis Anda, mahal.

Namun semuanya itu bisa terbayarkan dengan keindahan gunung Tangkubanparahu dan Burangrang yang diselingi hamparan pohon pinus dan rumah penduduk terlihat jelas dari Tebing Karaton. Begitu pun lembah-lembah Taman Hutan Raya (Tahura) dan Maribaya yang dibelah Sungai Cikapundung menambah keindahan buatan Sang Pencipta.

Keindahan alam Tebing Karaton ini diakui oleh para pengunjung, seperti Nadila (20), Warga Kota Cimahi. Ia mengaku puas setelah tiba dan melakuakn swafoto. Walaupun dirinya harus merogoh kocek Rp 15.00 untuk sekali masuk Tebing Karaton. "Rasa capek yang dirasakan langsung sirna, begitu tiba di Tebing Karaton," katanya kepada GM, Selasa.

Nadila mengaku jalan kaki dari warung bandrek ke lokasi Tebing Karaton cukup menguras tenaga. Namun karena berjalan kaki bareng sama teman-temannya, jalan menanjak pun tak terasa. "Lumayan jauh dan nanjak, capek juga. Tapi itu semuanya terbayar dengan keindahan alam di sini. Cuma sayang, lokasinya kurang luas dan tidak ada fasilitas lainnya," tambahnya.

Hal yang sama dikatakan pengunjung lainnya, Handi warga Tangerang, Banten. Dirinya sengaja datang ke Tebing Karaton ini karena keindahannya yang banyak ekspos di media sosial. Namun Handi menyayangkan, di lokasi Tebing Karaton kurang banyak papapn pengumuman dan fasilitas umum lainnya.

"Wisatawan seperti saya, terutama yang jauh pasti ingin nyaman. Saya kirang fasilitas umum, seperti toilet umum tidak ada di lokasi. Kita harus keluar dulu lokasi baru menemuka toilet, ini sangat disayangkan," tandasnya.

Pada saat yang sama, sejumlah pegawai dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat melakukan pemantauan dan pengecekan fasilutas umum, khususnya toilet dan tempat sampah. Mereka menilai fasilitas toilet umum kurang tersedia di lokasi, termasuk tempat sampah.

"Dari hasil pengecekan, toilet umum kurang begitupun tempat sampah. Ini bisa dilihat masih banyak sampah, terutama sampah plastik bekas botol minuman yang dibuang begitu saja oleh pengunjung. Perlu kesadaran kta semua soal sampah ini, agar Tebing Karaton tetap jadi primadona kaum millenial," ujar Gunawan salah seorang pegawai Disparbud Jabar.

Sementara itu, salah seorang pejaga Tebing Karaton (PNS Dinat Kehutanan Jabar), Nana menyebutkan, selama libur lebaran 1440 H, Tebing Karaton masih menjadi faborit wisatawan luar Kota Bandung. Dikatakannya, dalam sepekan pascaiduslfitri, tidak kurang dari 7000 wisatawan nusantara datang ke Tebing Karaton untuk menghabiskan libur lebaran.

"Jika dirata-rata, setiap harinya 500 hingga 1000 wisatawan datang ke Tebing Karaton selama libur lebaran. Sedangkan untuk wisatawan mancanegaranya hanya 10 orang saja," tambahnya.

Nana pun mengakui, jika fasilitas umum termasuk toilet umum dan tempat sampah masih kurang. "Kita laporkan ke pimpinan, semoga menjadi perhatian," tambahnya.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR