Manjakan Pengunjung, TWA Papandayan Tambah Fasilitas Perkemahan

Pariwisata

Jumat, 7 Juni 2019 | 17:24 WIB

190607172605-manja.jpg

Agus Somantri

Manajer Operasional PT Alam Indah Lestari (AIL), Dedi Sitepu, menunujukan kolam pemandian air panas alami dari pegunungan dengan latar belakang pemandangan alam tebing kawah Papandayan, Jumat (7/5/2019)

TAMAN Wisata Alam (TWA) Gunung Papandayan di Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut masih menjadi salah satu tujuan favorit bagi para wisatawan dalam mengisi liburan Lebaran tahun ini.

Dengan segala kelengkapan fasilitasnya yang bisa memanjakan para wisatawan, membuat salah satu destinasi wisata andalan Kabupaten Garut tersebut diserbu banyak pengunjung dari berbagai daerah di Jawa Barat, bahkan dari luar Jawa.

Berada di ketinggian kurang lebih 2.666 meter di atas permukaan laut (mdpl), TWA ini memiliki pemandangan alam yang sangat indah serta sejumlah fasilitas lainnya yang bisa memanjakan para pengunjung.

Untuk lebih memanjakan para pengunjung, pihak pengelola pun menambah fasilitas kolam pemandian air panas alami dari pegunungan dengan latar belakang pemandangan alam tebing kawah.

Berlama-lama berada di tempat tersebut, selain disuguhi pemandangan alam yang menakjubkan, para wisatawan juga bisa berkemah bersama keluarga sambil menikmati hamparan bunga edelwis dan hutan mati.

"Sekarang wisatawan banyak yang menikmati buper (bumi perkemahan) dan juga kolam rendam air hangat," ujar Manajer Operasional PT Alam Indah Lestari (AIL), pengelola Taman Wisata Alam Gunung Papandayan, Dedi Sitepu, Jumat (7/5/2019).

Menurut Dedi, jumlah wisatawan yang datang pada musim libur Lebaran kali ini terjadi peningkatan dibanding hari-hari biasanya. Selama dua hari, tercatat sudah mencapai dua ribuan orang yang datang dari berbagai daerah.

Selain ingin menikmati keindahan alam kawah Gunung Papandayan, terang Dedi, mereka juga ingin merasakan sensasi bermalam dengan memasang tenda di bumi perkemahan (buper) yang sudah disiapkan pihak pengelola.

"Jadi sekarang pengunjung bisa berkemah. Kita siapkan penyewaan tenda yang nyaman, kapasitasnya bisa mencapai 100 tenda," ucapnya.

Dedi menyebut, bumi perkemahan tersebut lokasinya berada diantara kawasan rumah cottage dan taman edelweis yang sengaja dibangun oleh pengelola untuk memanjakan wisatawan.

Selama ini, lanjutnya, wisatawan yang ingin berkemah menikmati suasana alam dan melihat taman edelweis harus berjalan kaki ke Pondok Saladah dengan jarak tempuh kurang lebih dua jam.

"Sekarang mereka yang ingin berkemah atau ingin melihat pohon edelweis tidak perlu jauh-jauh ke hutan, bisa di sini," katanya.

Dedi menuturkan, bagi wisatawan yang ingin berkunjung ke Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Papandayan cukup membayar tiket sebesar Rp30 ribu per orang. Sedangkan untuk menikmati pemandian air hangat alami Rp25 ribu orang dewasa dan Rp15 ribu anak-anak.

Sementara itu bagi wisatawan yang ingin berkemah dan tidak membawa tenda cukup membayar Rp300 ribu untuk kapasitas empat orang dengan fasilitas matras dan sleeping bag.

"Tiket masuk ke Gunung Papandayan tetap tidak ada kenaikan meksipun libur yaitu Rp30 ribu, pengunjung bisa menikmati banyak spot yang menarik," ucapnya.

Editor: Endan Suhendra

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR