"Pesona Pariwisata Gorontalo" 2019 Diluncurkan di Bandung

Pariwisata

Rabu, 24 April 2019 | 20:13 WIB

190424201441--peso.jpg

Irwina Istiqomah

PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Gorontalo meluncurkan calender of events "Pesona Pariwisata Gorontalo" 2019 di Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bandung, Rabu (24/4/2019). Perkenalan sektor pariwisata Gorontalo di Tanah Pasundan ini sekaligus untuk mempelajari kepariwisataan Jawa Barat.

Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie mengatakan, seluruh daerah harus bahu-membahu dalam mengakselerasi pariwisata Indonesia. Ia mengapresiasi destinasi wisata di Jabar yang begitu banyak.

"Destinasi wisata di Gorontalo juga banyak, tetapi belum dikembangkan. Kita lihat pariwisata di Jabar sudah sangat berkembang," katanya.

Rusli menyebut, pihaknya memiliki 81 kegiatan wisata budaya dan dua diantaranya dipilih menjadi kegiatan berskala nasional. Dengan kemajuan teknologi, lanjutnya, promosi pariwisata bisa dilakukan secara optimal.

"Melalui media sosial, orang bisa melihat potret wisata kita dari gunung hingga laut. Nantinya banyak orang yang datang ke Gorontalo, tetapi yang harus kita jaga ialah budaya pariwisata. Di Gorontalo tidak bisa saat ke pantai dan berpakaian seperti di Bali karena ada pertimbangan dari ketua adat," jelasnya.

Gorontalo memiliki Pantai Lahe yang pada bulan tertentu burung Maleo bertelur. Maleo merupakan burung khas Pulau Sulawesi yang terancam punah dan dilindungi.

Selain itu, provinsi di Indonesia yang lahir pada tanggal 5 Desember 2000 ini juga memiliki tempat diving unik di Pantai Olele dengan biota laut jinak, Taman Nasional Bogani Nani Wartabone, dan Cagar Alam Panua.

"Infrastruktur pariwisata kita bangun secara bertahap. Kita butuh dukungan dari investor karena kalau hanya bergantung pada APBD dengan nilai Rp 1,9 triliun itu tidak cukup," ucapnya.

Menurut Rusli, yang menjadi masalah kini ialah mengenai harga pesawat yang mahal. "Harga tiket pesawat kan sangat berdampak pada kunjungan ke Gorontalo. Kita mau bepergian ke luar negeri malah lebih murah. Jadi, ini perlu penanganan serius," tuturnya.

Gubernur Jabar, Ridwan Kamil menyatakan siap untuk membantu pengembangan pariwisata Gorontalo. Ia pun menawarkan kesuksesan wisata pusat kota dengan bus pariwisata saat ia menjabat sebagai Wali Kota Bandung.

"Kita membuat bus pariwisata bernama Bandung Tour on Bus (Bandros) dengan desain zaman dulu atau art deco yang warna-warni. Saya tidak mau desain bus futuristik. Jadi, saya siap membuat desain bus wisata untuk Gorontalo. Nanti pernak-perniknya disesuaikan ciri khas Gorontalo," terangnya.

Staf Ahli Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Anang Sutono menambahkan, calender of events di Indonesia berjumlar ratusan ribu. Namun, hanya ada Top 100 Calender of Events terpilih dari 34 provinsi se-Indonesia.

"Dari setiap provinsi minimal satu kegiatan yang dibawa ke level nasional. Pihak konsorsium yang memutuskan dengan mempertimbangkan konsistensi, nilai komunikasi dan media yang memberi timbal balik, nilai komersial, dan nilai kreativitas untuk masyarakat setempat," tuturnya.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR