Tiga Kegiatan Bakal Meriahkan Bekasi Night Carnival 2019

Pariwisata

Jumat, 22 Maret 2019 | 13:23 WIB

190322132537-tiga-.jpg

ist

BEKASI Night Carnival 2019 akan digelar di Boulevard Ahmad Yani, Summarecon, Bekasi, 23-24 Maret. Kegiatan kali ini mengambil tema “Kebudayaan Nusantara Sebagai Landasan Keutuhan dan Karakter Bangsa”.

Kepala Bidang Pemasaran Area I (Jawa) Kemenpar Wawan Gunawan mengatakan, Bekasi Night Carnival 2019 dibagi menjadi 3 kegiatan. Yaitu Night Carnival Fashion on The Street, Great Sale and Culinary Festival, serta Charity Seniman Kreator Batik.

“Night Carnival On The Street akan diisi dengan peluncuran busana karnaval Icon Bekasi  dengan juntai sepanjang 22 meter, serta menggunakan 22 pakem batik Bekasi asli. Kemudian ada peragaan 35 busana karnaval tema nusantara yang dirancang oleh pengrajin busana dan  batik Bekasi. Ada tari massal Ronggeng Menor, pertunjukan seni dari seluruh sanggar di Bekasi, serta pemberian penghargaan kepada seniman dan kreator batik Bekasi,” ungkapnya, Jumat (22/3/2019).



Sementara untuk Bekasi Great Sale & Culinary Festival, adalah pameran dan penjualan produk UMKM berbagai komoditas. Mulai dari fashion hingga kuliner daerah,, yang diikuti baik dari Bekasi maupun luar Bekasi, BUMD, BUMN, serta beberapa sponsor.

Asdep Pengembangan Pemasaran I Regional II Adela Raung menambahkan, selama acara berlangsung akan ada sejumlah program pendukung. Antara lain  Lomba Menggambar, Lomba Fashion Busana Nusantara, Lomba Senam Maumere, Lomba Mural, Free Style Sepeda Ontel, Pameran Lukisan, dan Flashmob pada Car Free Day.

“Selama ini Bekasi dikenal hanya sebagai kota transit, kota pinggiran dan beberapa image keruwetan lain. Publik mengira Bekasi hanyalah kota industri yang kaku, hanya ada hiburan konsumtif seperti mall, dan tak memiliki wisata alam. Padahal, Bekasi memiliki sejarah khusus tentang keindahan pluralism, perjuangan yang sangat heroik, seniman-seniman kreatif, bahkan produk budaya yang sangat menarik,” ujarnya.

Wakil Walikota Bekasi Tri Adianto berharap, event ini bisa membangun image Kota Bekasi menjadi lebih humanis dan manis. Sehingga, khalayak lebih memiliki perhatian kuat untuk berkunjung ke Bekasi, termasuk para investor.

“Selama ini kita sudah berupaya keras untuk membangun sektor pariwisata di Bekasi. Event-event yang kita gelar pun sedapat mungkin dikemas sedemikian rupa agar lebih menarik. Satu contoh saat HUT Kota Bekasi ke-22 beberapa waktu lalu, kita berhasil pecahkan rekor MURI melalui Maskot Bang Bek dan Mpok Asih,” bebernya, didampingi Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Bekasi, Zarkasih.

Sementara itu, Menteri Pariwisata Arief Yahya menyatakan, event adalah salah satu metode paling efisien dan cepat untuk menciptakan komoditi baru di bidang pariwisata. Dengan merancang sebuah event yang memiki kualitas dan berbobot kearifan lokal, maka dalam waktu singkat sebuah daerah bisa memiliki sumber pendapatan baru.
 
“Kita tahu, di era millenial saat ini, masyarakat cenderung menyukai viralisme. Karena itu, event seperti Bekasi Night Carnival bisa dimanfaatkan untuk menarik investasi dan ketertarikan public. Ini merupakan langkah yang  sangat strategis, kreatif dan cerdas,” ungkapnya.
 
Diakui Menpar Arief, generasi milenial adalah free marketer yang sangat ideal dan strategis untuk menyuarakan dan memberitakan secara luas mengenai sebuah kegiatan atau gagasan. Hanya melalui gadget di tangannya, anak muda bisa dimanfaatkan sebagai  the most important marketer.

Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR