Go-Fod Festival Jajanan Pilihan Ramaikan Bandara Husein Sastranegara

Pariwisata

Kamis, 21 Maret 2019 | 20:00 WIB

190321200216-go-fo.jpg

Irwina Istiqomah

DENGAN menggandeng 25 usaha mikro kecil menengah (UMKM) kuliner lokal pilihan, Go-Fod Festival meramaikan pilihan jajanan pangan di Bandara Husein Sastranegara Bandung. Kehadiran pelaku kuliner lokal di bandara ini dimaksudkan agar memperoleh akses pelanggan yang lebih luas.

VP Sales & Marketing Go-Food Festival, Cassandra Aprilanda mengatakan, festival kuliner ini dapat menambah pilihan masyarakat saat menunggu jadwal keberangkatan di bandara. Selama satu tahun ke depan para pengunjung dapat mencicipi beragam cita rasa menu dari UMKM binaan Go-Food seperti bubur ayam, cau nugget, roti nougat, batagor, jus buah, lumpia basah, maupun nasi goreng.

"Kami ingin selalu menjadi sahabat para pecinta kuliner. Silakan menunggu sambil menikmati sensasi berburu cita rasa kuliner lokal. Kami berupaya membuka lokasi yang dekat dengan pusat aktivitas masyarakat.
Biasanya di pusat perbelanjaan atau area perkantoran. Kali ini merambah bandara sebagai salah satu mobility hub," tuturnya di Bandara Husein Sastranegara Bandung, Kamis (21/3/2019).

Cassandra mengharapkan, kehadiran area kuliner dari UMKM ini dapat memberikan pengalaman baru dalam mencoba sajian lokal bagi para wisatawan. Data Tahunan Penumpang, Bagasi, Cargo, dan Pergerakan Pesawat pada kuartal I 2018 mencatat bahwa Bandara Husein Sastranegara rata-rata setiap bulannya menampung lebih dari 300.000 penumpang.

"Adanya teman-teman UMKM ini dapat menjadi pilihan baru bagi penumpang yang dlaam kondisi lapar atau untuk beli oleh-oleh," ucapnya.

Lebih lanjut, festival ini merupakan bentuk dukungan pihaknya terhadap pergerakan ekonomi melalui kreativitas dan inovasi di Kota Bandung. Menurutnya, hal ini sekaligus membantu mempromosikan kuliner lokal Bandung lantaran tingginya jumlah trafik pengunjung ke Bandung dalam rangka bisnsi dan tidak sempat wisata kuliner.

"Berkunjung ke Bandung kurang lengkap rasanya kalau belum menikmati ragam makanan lokal yang unik dan menggugah selera. Pengunjung yang belum sempat menikmati kuliner khas Bandung, sekarang bisa ditemukan di bandara," jelasnya.

Selain menghadirkan area kuliner, pihaknya juga ingin mempertahankan peningkatan transaksi penjualan para mitra UMKM di Bandung. Cassandra menyebut, tantangan yang selama ini dihadapi pelaku usaha kuliner cukup banyak.

"Pelaku usaha kuliner yang bergabung dalam ekosistem kami masih ada yang terkendala soal pendanaan, pegawai, pengetahuan bisnis, dan juga penentuan lokasi untuk memperluas bisnis kulinernya.Melalui festival ini, mereka yang memulai bisnis rumahan tidak lagi bingung untuk membuka cabang," terangnya.

Strategic Region Head Gojek Jawa Barat dan Banten, Becquini Akbar menambahkan, dari 12.000 pelaku bisnis kuliner di Bandung yang tergabung dalam Go-Food, 95 persen merupakan UMKM yang turut berkontribusi memajukan industri kuliner melalui teknologi. Dengan memanfaatkan teknologi, lanjutnya, pelaku kuliner UMKM mampu memperluas jangkauan usaha kulinernya dengan rata-rata peningkatan transaksi hingga 3,5 kali lipat.

"Mereka memulai usaha kulinernya kan dari usaha kecil dan ada juga rumahan. Tapi, dibantu teknologi bisa menunjukkan bahwa usaha kuliner rumahan mampu bersaing dan maju. Tidak kalah dengan usaha kuliner besar," ucapnya.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR