Dorong Pemerintah Percepat Rekonstruksi dan Rehabilitasi Pariwisata di NTB

Pariwisata

Sabtu, 23 Februari 2019 | 17:02 WIB

190223170535-doron.jpg

ist

Pemilik De La Sirra Cafe and Resto, Sirra Prayuna, meminta Pemerintah Daerah dan Pemerintah Pusat, agar melakukan percepatan kembali pariwisata di Nusa Tenggara Barat (NTB). Setelah gempa meluluhlantakan NTB, sektor perekonomian dan pariwisata di wilayah ini menjadi kurang stabil.

“Pemerintah Daerah dan Pemerintah Pusat sedang merekonstruksi ulang dan merehabilitasi. Namun perlu digenjot lebih kencang lagi,” ujar pemilik usaha kuliner De La Sirra Cafe and Resto, yang juga Ketua Umum Ikatan Keluarga Alumni Universitas Mataram (IKA Unram) ini, dalam keterangan tertulis, yang diterima redaksi galamedianews.com, di Jakarta, Jum’at (22/02/2019)

Hingga bulan Februari 2019 atau enam bulan setelah gempa, menurut Sirra, banyak pelaku usaha gulung tikar. Pengusaha tak mampu menutupi biaya operasional dan membayar gaji pegawai. Wisman dan wisnus turun drastis. Akibatnya, pertumbuhan ekonomi melambat dan cenderung turun.

"Harapan kita adalah bagaimana caranya Pemerintah Daerah dan Pusat bisa mendorong kembali percepatan pariwisata. Baik itu melalui promosi di dalam maupun luar negeri, termasuk peninjauan ulang membayar pajak. Karena kondisi Lombok dan seluruh NTB saat ini sudah aman, nyaman, dan siap menerima wisatawan. Karena kami sudah berusaha bangkit kembali," tegas Sirra.

Para pelaku usaha termasuk cafe dan resto yang dimiliki Sirra, pemasukannya menurun secara drastis. Meski demikian ujar Sirra, ada beberapa pelaku usaha yang masih terus coba bertahan dan tetap membuka lapaknya dengan menyasar wisnus seperti acara Pemerintah Daerah.

"Kita bersyukur masih dapat bayar listrik, dan karyawan. Itu pun harus nombok. Tetapi mau dibilang apa. Inilah realitas yang kami hadapi. Pasca bencana gempa yang beruntun semua terpukul dan mati suri,” ujarnya.

Perlu menjadi catatan, kata Sirra, bahwa pariwisata di NTB terbilang menarik, unik dan komplit dibanding daerah lain. Sebab, NTB memiliki destinasi wisata religi, budaya, kuliner dan lainnya.

Sirra menyarankan, potensi ini kembali dipromosikan ke mancanegara ke negara terdekat seperti kawasan ASEAN, khususnya Singapura dan Malaysia. Kemudian disusul Australia, Jepang, China, hingga kawasan Timur Tengah, dan Eropa.

Sementara promosi wisata lokal dapat dimulai dari Jakarta, Surabaya dan kota besar lainnya. Sebab secara statistik negara dan daerah tersebut penyumbang wisnus dan wisman paling tinggi.

"Pemerintah pusat, khususnya Kementerian Pariwisata (Kemenpar) diupayakan mampu membuat terobosan baru, misalnya memberi kelonggaran harga paket wisata. Kemenpar pun mesti mendukung, mendorong dan mempromosikan event-event besar agar pariwisata NTB bangkit kembali lebih cepat," harapnya.

Kemenpar, terang Sirra, perlu juga mengimbau kementerian/lembaga lain di tingkat pusat untuk menjadikan Lombok maupun NTB sebagai tempat pelaksanaan agenda Meeting Incentive Convention Exhibition (MICE) tingkat nasional dan internasional.

“Kemenpar maupun Pemprov NTB harus menggalakkan kembali millennial tourism dengan promosi digital sebagai kekuatannya. Hal ini agar dapat menggaet wisatawan millennial baik mancanegara maupun nasional,” terang Sirra.

Pada sisi lain, Sirra pun menyarankan agar Dinas Pariwisata Provinsi NTB dapat menjalin kerjasama dan membuat MoU dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dari daerah lain agar para pelajar SMU melakukan liburan sekolah ke NTB.

“Penerbangan langsung dari negara asal ke NTB pasca gempa pun mengalami penurunan drastis. Diharapkan Pemerintah Pusat, termasuk Kemenpar dan Pemprov NTB perlu melakukan kerjasama lebih intensif dengan beberapa maskapai dari negara asal wisatawan. Volumenya pun perlu ditingkatkan kembali dengan didukung harga yang relatif terjangkau untuk ke NTB,” tutup Sirra.

Editor: boedi azwar

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR