Kenang Muhammad Toha Melalui Kemasan Seni dan Budaya Sunda

Pariwisata

Minggu, 17 Februari 2019 | 16:31 WIB

190217163222-kenan.jpg

Engkos Kosasih

SEJUMLAH seniman dan budayawan hadir dalam sebuah kegiatan mengenang kepatriotan pahlawan bangsa Muhammad Toha yang dikemas dalam pagelaran seni budaya adat Sunda di Tugu Toha Dayeuhkokot, Batalyon Zipur III/YW Jalan Raya Dayeuhkolot Kecamatan Dayeuhkolot Kabupaten Bandung, Minggu (17/2/2019).

Pagelaran tersebut dengan tema tanggara buana kerta 'Sunda ngeureuyeuh nikreuh nyonto mikolot  patroit pahlawan bangsa Muhammad Toha'. Kegiatan ini merupakan yang pertama kali dilaksanakan setelah Tugu Toha Dayeuhkolot dibangun. Pagelaran seni budaya adat Sunda sekaligus mengenang pascaperistiwa Bandung Lautan Api pada 1946 itu digagas Ketua Dangiang Sumbi Soesilowati/Layung Jatining Asih. Pada peristiwa Bandung Lautan Api itu, Muhammad Toha merupakan tokoh pahlawan bangsa yang memiliki semangat juang untuk menghancurkan gudang senjata milik Jepang. Gudang senjata yang dihancurkan Muhammad Toha itu lokasinya diperkirakan tepat di lokasi pagelaran seni budaya adat sunda tersebut.

Pada acara tersebut ditata cukup apik. Di antaranya diawali dengan penyambutan/mapag tamu kehormatan, yaitu Camat Dayeuhkolot H. Yiyin Sodikin dan Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bandung DR Aten. Kedua tamu ini disambut Ketua Dangiang Sumbi Soesilowati yang mengendarai replika naga yang dibawa/dipegang para seniman. Selain itu disambut seniman yang memeragakan tari panah dan seniwati lainnya. Setelah disambut, Yiyin Sodikin dan Dr. Aten menunggangi replika kerbau putih yang diusung oleh para seniman untuk menuju ke lokasi Tugu Toha Dayeuhkolot. Kerbau putih itu sebagai simbol hati bersih dan ikhlas.

Acara mapag tamu itu turut disaksikan dan disambut oleh sejumlah anggota Legiun Veteran dan para seniman serta budayawan dari berbagai payuyuban atau komunitas. Di antaranya hadir sejumlah pendekar dari Banten dan paguyuban seniman dan budayawan lainnya.

Untuk melengkapi acara tersebut, Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Bandung Prof DR H. Dadi Permadi membacakan biografi patriot pahlawan bangsa Muhammad Toha yang lahir 17 Februari 1927 di Jalan Banceuy Kota Bandung. Muhammad Toha dilahirkan dari pasangan Suganda dan Nariyah. Muhammad Toha yang bisa berbahasa Jepang ini, pahlawan bangsa ini merupakan orang cerdas dan patuh kepada orang tua. Selain itu, Muhammad Toha orangnya disiplin dan disukai teman-temannya. Muhammad Toha dengan tinggi tubuh 165 cm dan muka lonjong serta pancaran mata yang tajam ini merupakan pemuda pemberani. Muhammad Toha gugur saat menghancurkan gudang persenjataan milik Jepang di Dayeuhkolot pada 1946. Saat itu, penjajah Sekutu yang membumihanguskan Kawasan Bandung Selatan dan dikenal dengan peristiwa Bandung Lautan Api. Peristiwa itu sebagai awal kebangkitan Dayeuhkolot dengan semangat perjuangan patriot pahlawan bangsa Muhammad Toha.

Acara tersebut turut menampilkan seni budaya adat Sunda berupa pencak silat, jaipong dan kesenian sunda lainnya.  Kegiatan tersebut turut mendoakan almarhum Muhammad Toha, selain mieling gugurnya pahlawan bangsa tersebut. Sejumlah pihak berharap, kegiatan tersebut menjadi agenda tahunan dan kegiatan mendatang bisa menghadirkan paguyuban seni budaya lainnya. Sebagai bentuk rangkaian acara turut menyanyikan lagu kebangsaa Indonesia Raya, lagu Muhammad Toha dan lagu Gugur Bunga. Selain itu memberikan santunan atau kadeudeuh kepada anggota Legiun Veteran yang telah berjasa kepada bangsa dan negara.

Ketua Dangiang Sumbi Soesilowati mengucapkan terima kasih kepada sejumlah pihak yang sudah mendukung acara  tanggara buana kerta tersebut. Di antaranya mendapatkan dukungan dari jajaran Muspika Dayeuhkokot, Batalyon Zipur III/YW, sejumlah padepokan/paguyuban, forum lintas seni dan budaya Banten dan pihak lainnya.

"Pagelan seni budaya adat Sunda ini dalam rangka mempererat silaturahmi," katanya.

Sementara itu, Camat Dayeuhkokot Drs. H. Yiyin Sodikin mengatakan, komunitas tanggara buana kerta telah menunjukkan semangat membara dan berapi-api serta pantang mundur seperti pahlawan bangsa Muhamad Toha.
"Kegiatan menyongsong Bandung Lautan Api ini merupakan yang pertama dilaksanakan di Tugu Toha Dayeuhkolot, termasuk setelah gugurnya pahlawan Muhammad Toha" katanya.

Ia pun mengapresiasi adanya semangat membara dangiang sumbi dalam melestarikan seni dan budaya. "Kegiatan seperti ini harus terus berlanjut. Diagendakan setiap tanggal 17 Februari, bertepatan dengan lahirnya pahlawan Muhamad Toha," ungkapnya.

Yiyin berharap kawasan Tugu Toha Dayeuhkokot itu menjadi taman wisata untuk masyarakat Dayeuhkolot. Pihaknya berencana melakukan penataan kawasan Tugu Toha Dayeuhkolot tersebut dengan memasang paving blok.
"Dayeuhkolot ini dijadikan kampung seni dan budaya," katanya.
 
Ia pun berusaha untuk mendorong menyediakan tempat untuk mengundang seniman dan budaya. Tempat pagelaran tersebut untuk memfasilitasi warga setempat yang berkaitan dengan Dayeuhkolot kawasan banjir. "Supaya anak-anak jangan stres, dilaksanakan pagelaran seni dan budaya," katanya.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR