Reaktivasi Jalur Kereta Api Untungkan Sektor Pariwisata

Pariwisata

Senin, 7 Januari 2019 | 20:09 WIB

190107201216-reakt.jpeg

pikiran-rakyat

MASA kejayaan perekonomian tanah Priangan bisa terdongkrak kembali apabila reaktivasi sejumlah jalur kereta api di Jawa Barat terwujud. Sektor pariwisata di sejumlah daerah dipastikan lebih banyak diuntungkan dengan diaktifkannya kembali jalur kereta api tersebut.

“Tingginya animo masyarakat menggunakan jasa sarana transportasi kereta api rute Gambir-Tasikmalaya, Bandung-Banjar (Pangandaran) serta Bandung-Garut memberi harapan besar akan mengeliatnya kembali masa kejayaan perekonomian masyarakat di tanah Priangan. Bedanya, kalau dulu diperuntukan sarana transportasi dan perkebunan, kini transportasi masyarakat untuk ke objek wisata,” ujar Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat, Ida Hernida didampingi Plt. Kabid Destinasi Pariwisata, Romlah di kantornya, Senin (7/1/2019).

Menurut Ida, dengan diaktifkannya kembali jalur kereta api tersebut diprediksi akan mendongkrak angka kunjungan masyarakat ke sejumlah objek wisata primadona di daerah.

“Semisal pengaktivan rute Gambir-Tasikmalaya menurut sejumlah objek wisata di Kota dan Kabupaten Tasikmalaya seperti Gunung Galunggung dan Cipanas diprediksi akan lebih banyak dkunjungi,” tambahnya.

Demikian pula halnya dengan rute kereta Bandung-Banjar dan Banjar-Pangandaran lanjut Ida, akan semakin mengenjot akan kunjungan wisatawan ke objek wisata di Kab. Pangandaran yang kini giat menata dan membuka objek-objek wisata baru.

“Bukan hanya Pantai Pangandaran yang akan direvitalisasi menjadi Pantai Waikiki Hawaii Indonesia, tetapi juga objek wisata pantai lainnya seperti Batu Hiu, Batu Karas, Karapyak, Bagolo, Solok Timun,Karang Kuda, Batu Kasur dan lainnya,” ujar Ida.

Sementara pengoperasian kereta api Bandung-Garut (Cibatu) diharapkan akan meningkatkan masyarakat datang mengunjungi kawasan wisata Gunung Talaga Bodas, Kampung Pulo Bagendit, perkebunan Teh Lemahsugih dan lainnya.

“Sedangkan rute (kereta api) Bandung-Cikajang akan semakin membangkitkan pariwisata pegunungan Papandayan dan Cikuray yang kini mulai banyak dikunjungi dan diprediksi akan menggeser objek wisata Gunung Tangkuban Perahu, karena akses mudah dijangkau serta tarif masuk yang masih murah,” ujar Ida.

Hal serupa juga akan terjadi manakala rute kereta api Bandung Pangalengan dan Bandung Ciwideuy diaktifkan kembali.”Kini keberadaan objek-objek wisata di Pangalengan dan Ciwideuy mampu menggeser pamor wisata Lembang, Tangkuban Perahu dan Ciater,” tambahnya .

Sementara Plt. Kabid Destinasi Pariwisata Romlah menambahkan, dalam dua bulan terakhir pihaknya bersama Tim Akselerasi Pariwisata mengunjungi sejumlah kabupaten kota untuk meninjau kesiapan pemerintah daerah dalam pengembangan sektor pariwisata.

“Tahun (2019) ini baik pemerintah pusat (Kemenpar) maupun Pemprov Jabar menjadikan Jawa Barat sebagai Provinsi Pariwisata,” ujar Romlah.

Di Jawa Barat menurut Romlah, saat ini terdata ada 591 obejk wisata alam, pantai, gunung dan buatan. Sebagai pelopor tourism glamping (glamor camping) dan eco village yang belum ada di tempat lain akan terus digenjot untuk jadi objek wisata unggulan.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR