Libur Tahun Baru Sepi, Pelaku Usaha Wisata Garut Ngaku Merugi

Pariwisata

Senin, 7 Januari 2019 | 10:09 WIB

190107101303-libur.jpg

robi taufik akbar

SEJUMLAH pelaku usaha di kawasan objek wisata pantai di Kabupaten Garut, Jawa Barat, mengeluhkan merugi pada musim libur Tahun Baru karena sepi pengunjung, berbeda dengan tahun sebelumnya tingkat kunjungan wisatawan telah memberikan keuntungan yang besar.

"Saya merugi puluhan juta rupiah karena dagangan saya tidak terjual," kata Ina salah seorang penjual pakaian di Pantai Santolo, Kabupaten Garut seperti dirilis ANTARA, pekan lalu.

Baca Juga: Pemkab Garut Minta Pemprov Jabar Bangun Jalan Menuju Wisata Pantai Selatan

Ina menuturkan, sudah belanja pakaian senilai Rp36 juta sebelum memasuki libur pergantian tahun untuk memenuhi permintaan wisatawan saat musim libur Tahun Baru.

Namun stok pakaian yang siap jual itu, kata dia, tidak terjual banyak hingga libur tahun baru selesai, berbeda dengan musim libur tahun baru sebelumnya.

"Karena sepi pembeli, saya sempat obral, hasilnya hanya dapat Rp800 ribu," katanya.

Baca Juga: CV Wulandari Alokasikan Rp 25 Miliar untuk Pengembangan Cipanas Indah

Keluhan merugi saat musim libur tahun baru dialami oleh pemilik usaha penginapan di objek wisata Pantai Santolo yang pada malam pergantian tahun tidak semua kamar terisi wisatawan.

Seorang pemilik penginapan Bayu Samudra, Bayu Tresna mengatakan, musim libur tahun baru 2019 tidak meraup keuntungan yang besar dibandingkan dengan tahun baru sebelumnya.

Baca Juga: Terus Merugi, Pemkab Garut Lelang Pengelolaan Cipanas Indah

Wisatawan yang menginap saat malam pergantian tahun, kata Bayu, hanya 20 orang atau hanya mengisi lima kamar dari semua kamar yang tersedia 10 kamar.

"Saat malam tahun baru hanya 20 tamu, kalau tahun kemarin bisa sampai 50 orang, semua kamar terisi, sekarang hanya lima kamar," katanya.

Keluhan sama dialami seorang nelayan di Pantai Santolo, ikan laut hasil tangkapannya banyak yang tidak terjual saat libur tahun baru.

"Ikan hasil tangkapan nelayan biasanya suka diborong oleh wisatawan, sekarang tidak banyak yang beli," kata Karsono nelayan di Pantai Santolo.

Editor: Endan Suhendra

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR