181108232229-raja-.jpg

dokumen galamedianews.com

Raja Salman Pilih Indonesia Jadi Tamu Kehormatan Festival Janadriyah

Pariwisata

Kamis, 8 November 2018 | 23:33 WIB

Wartawan: H. Dicky Aditya

RAJA Salman bin Abdulaziz al-Saud pada Oktober lalu mengeluarkan dekrit yang menetapkan Indonesia sebagai tamu kehormatan Festival Janadriyah ke-33 yang akan berlangsung pada 1-25 Januari 2019. Ini merupakan festival terheboh dan termewah di kawasan Timur Tengah.

"Tentu kita patut berterima kasih kepada Raja Salman dan Putra Mahkota Muhamad bin Salman atas penunjukkan tersebut," kata Duta Besar RI untuk Arab Saudi dan OKI Agus Maftuh Abegebriel, Kamis (8/11/2018).

Menurut Agus, penunjukkan Indonesia sebagai tamu kehormatan itu menunjukkan makin mesranya hubungan dengan Arab Saudi yang telah terjalin selama 68 tahun. Menjadi tamu kehormatan hanya dimungkinkan bila suatu negara punya hubungan yang amat dekat.

"Indonesia negara pertama di Asia Tenggara yang dipilih Raja Salman untuk menjadi tamu kehormatan," ujar diplomat kelahiran Semarang, 1 Oktober 1965 itu. Pada 2018, yang menjadi tamu kehormatan adalah India, tahun sebelumnya Mesir, serta Jerman (2016), dan UEA pada 2015.

Agus menilai wajar bila ada negara yang cemburu kepada Indonesia atas penunjukkan Raja tersebut. Sebab untuk menjadi peserta festival biasanya harus mendaftar dan antre selama bertahun-tahun. Dia menyebut ada yang pernah antre selama 7-10 tahun. "Sementara Indonesia, tak ada dalam list tapi kok ya langsung jadi honour country," ujar Agus yang oleh para pangeran di Saudi dijuluki sebagai "Dubes Pujangga".

Pada bagian lain, Agus mengungkapkan sebagai tamu kehormatan Indonesia akan dipimpin oleh Menko bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani. Penetapan ini tak lepas dari kedekatan Raja Salman dengan Puan yang merupakan cucu Sukarno. "Saya pernah melihat Baginda Raja mempersilahkan Ibu Puan untuk terlebih dahulu masuk ke dalam lift. Itu wujud penghormatan beliau kepada sang cucu pendiri republik ini," tutur Agus.

Dalam festival itu nantinya Indonesia akan memamerkan berbagai kemajuan yang telah dicapai oleh putra-putrinya seperti pesawat produksi PT Dirgantara, persenjataan dari Pindad, serta memamerkan keragaman budaya, mempromosikan kemajemukan dan kerukunan Indonesia.

Agus juga mengungkapkan bahwa Arab Saudi di bawah Raja Salman dan Putra Mahkota Mohamad bin Salman sudah banyak membawa perubahan secara sosial, budaya, dan politik. Putra Mahkota telah bertekan untuk membawa Saudi kembali ke Islam yang moderat, terbuka pada semua budaya dan agama, islam yang menghargai dan berdampingan dengan budaya lain.

"Indonesia akan mengisi konten itu melalui dialog antar peradaban. Di Festival Janadriyah, dua peradaban besar yaitu Indonesia dan Timur Tengah akan bertemu," pungkasnya.

Editor: H. Dicky Aditya

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR