181011231409-atrak.jpg

istimewa

Atraksi 31 Penerjun Dunia Semarakan Deklarasi World Tourism Park di Bali

Pariwisata

Kamis, 11 Oktober 2018 | 23:07 WIB

Wartawan: Eddie Karsito

Atraksi 31 penerjun dunia dalam rangka memeriahkan ‘Deklarasi World Toursm Park (WTP),’ yang digelar di lapangan Puputan, Renon, Bali, Selasa (09/10/2018), berjalan sukses dan lancar.

Kemeriahan terjadi ketika para penerjun dunia dari 7 Negara seperti Inggris, Amerika, Spanyol, Meksiko, Italia, China Argentina, Indonesia dan Singapore, mulai ber-atraksi. Atraksi berawal dari ketinggian 10.000 kaki dengan gaya Wingsuit, swooping, smoke dan flag yang memukau.

Hal ini menjadikan pemandangan langit yang saat itu cerah menjadi berbeda berwarna warni, yang bersumber dari para penerjung payung di atas lapangan dan kantor Gubernur Bali. Atraksi terjun payung tersebut dipelopori penerjun payung kelas dunia asal Indonesia, Naila Novaranti.

Melibatkan 31 penerjun dilepas dari pesawat berukuran besar, Baby Hercules CN 295. Penerjun yang sebagian besar dari Eropa melandas ke lapangan dengan sempurna, yang membuat sekitar 1000 tamu undangan dari berbagai unsur pejabat Daerah, Walikota sampai Bupati, mengaku takjub.

“Sebagian besar penerjun sudah memiliki SC atau Security Clearance. Mereka merupakan perwakilan dari negara yang diundang khusus dalam acara ini,” papar Naila Novaranti, dalam keterangan tertulis, yang dikirimkan ke redaksi galamedianews.com, di Jakarta, Kamis (11/10/2018).

Bahkan beberapa penerjun yang terlibat di acara ini, kata Naila, adalah dari club Red Devils Inggris yang selama ini dikenal di dunia. “Sebenarnya banyak yang ingin berpartisipasi dalam aksi ini. Tetapi pihak penyelenggara membatasi hanya 31 penerjun,” jelas Duta Wisata Udara WTP Forum ini.

Acara ini menjadi target penyelenggara yang mencanangkan wisata udara untuk Taman Wisata Dunia yang diusung WTP Foundation.  “Dengan terjun payung kita bisa melihat keindahan Indonesia dari udara. Penerjun payung dari berbagai negara datang ke Bali untuk mendukung Indonesia sebaga Taman Wisata Dunia,” ungkap Naila.

Sementara itu, Daniel Kumendong, Founder CEO Yayasan Taman Wisata Dunia, World Tourism Park (WTP Foundation), mengumumkan bahwa setelah acara deklarasi ini, pihaknya akan menyiapkan semacam lisensi untuk diserahkan kepada Presiden.

“Insya Allah kalau lisensinya sudah ada, secara resmi akan disampaikan pada beliau. Tentunya akan dihadiri oleh para deklarator acara ini nantinya yang telah mendukung," terang Daniel.
 
Saat ini, menurut Daniel, banyak potensi wisata di Nusantara yang tidak dimiliki negara lain. Hal ini membuat Indonesia layak menjadi kawasan Taman Wisata Dunia.  

"Indonesia menjadi satu-satunya Taman Wisata Dunia yang tidak didapatkan di negara lain. Apa yang ada di dunia, pasti ada di Indonesia. Tetapi apa yang ada di Indonesia, belum tentu ada di negara lain," ujarnya.

Daniel menegaskan, lisensi berupa Hak Kekayaan Intelektual tentang Taman Wisata Dunia, nantinya akan diserahkan kepada Presiden Joko Widodo sebagai pemimpin di kawasan Taman Wisata Dunia.

"Artinya lisensi tersebut sudah berdasarkan keinginan kepala daerah yang menginginkan Indonesia dijadikan Kawasan Taman Wisata Dunia. Sehingga apa yang diharapkan Presiden, bahwa Indonesia sebagai negara besar, mau dijadikan negara apa, apakah industri, negara pertanian atau lainnya harus disampaikan secara terbuka," papar Daniel.
 
Deklarasi Taman Wisata Dunia ini juga mempromosikan 45 potensi wisata alam unggulan berasal dari 34 provinsi di Indonesia. Dari 45 potensi wisata tersebut, akan dipilih 9 tempat wisata yang akan menjadi ikon dari Taman Wisata Dunia.

Beberapa potensi wisata alam yang akan dipromosikan, seperti Kepulauan Anambas, Kepulauan Seribu, Kepulauan Derawan, Danau Tiba, Danau Kelimutu, Pulau Weh, Pulau Morotai dan Pulau Komodo. Ada pula Gunung Krakatau, Gunung Tengger, Gunung Merapi, Ujung Kulon, hingga Sungai Musi.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT),  Marius Ardu Jelamu, menilai, deklarasi ini semakin memperkuat citra pariwisata Indonesia termasuk destinasi yang sangat terkenal di berbagai provinsi di Tanah Air.

"Khususnya bagi kami di NTT, akan menaikkan citra Taman Nasional Komodo sebagai salah satu keajaiban dunia, yang selama ini kunjungan wisatawannya memang terus meningkat," ucapnya.
 
Selain memiliki Taman Nasional Komodo, NTT juga memiliki Danau Tiga Warna Kelimutu, tempat diving di Alor yang sangat indah, serta penangkapan ikan paus secara tradisional di Lembata dan sebagainya.

Editor: boedi azwar

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR