180914200021-cilet.jpg

Istimewa

Ciletuh-Palabuhanratu UNESCO Global Gropark secara Resmi Menjadi Anggota GGN ke-73

Pariwisata

Jumat, 14 September 2018 | 19:57 WIB

Wartawan: H. Dicky Aditya

CILETUH Palabuhanratu  UNESCO Global Geopark (UGG) secara resmi telah menjadi anggota Global Geopark Network (GGN) ke-73 oleh Badan PBB untuk Bidang Sosial dan Budaya (UNESCO). Lewat Konferensi Internasional UNESCO Global Geopark ke-8 yang diselenggarakan di Madonna di Campiglio UNESCO Global Geopark Italia pada 8-15 September 2018, Pemerintah Indonesia  terus mempromosikan geopark-geopark serta implementasi pembangunan berkelanjutan yang sedang terjadi saat ini.

UGG conference ke-8 ini dihadiri oleh lebih dari 800 orang yang berasal dari 60 negara yang menjadi member  UNESCO Global Geopark.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat, Ida Hernida, yang ditugaskan oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil untuk menghadiri UGG Conference, sebagai anggota baru UGG merasa bangga dengan keikutsertaan Ciletuh-Palabuhanratu UNESCO Global Geopark (CPUGG) dalam event taman bumi bertaraf internasional ini, bersama geopark lainnya yang dikoordinasikan oleh Pemerintah Pusat melalui Kemenko Maritim

"Kesempatan ini sangat baik bagi CPUGG khususnya dan geopark Indonesia yang tengah melakukan pengembangan baik yg berstatus geopark nasional (Kaldera Toba, Merangin Jambi, Belitong, Raja Ampat, Tambora, Maros-Pangkep, dan Bojonegoro) maupun yg berstatus UNESCO Global Geopark (Batur, Gunung Sewu, Rinjani dan Ciletuh-Palabuhanratu)," ujarnya di Madonna di Campiglio UGG, Italia, dalam keterangan persnya yang diterima galamedianews.com, Kamis (13/9/2018).

Ada dua event utama yang diikuti oleh delegasi. Salah satunya, yakni konferensi bertema "Geopark dan Pembangunan Berkelanjutan". Dengan keikutsertaan Indonesia ini, lanjut Ida Hernida, pemerintah berharap dapat membangun jejaring dan kerjasama untuk mengembangkan geopark dengan konsep yang berkelanjutan.

"Agenda kita di sini adalah saling berbagi pengalaman atau studi banding dengan geopark-geopark lain yang ada di dunia," ujarnya.

Ia mengatakan, delegasi CPUGG pada konferensi ini menyampaikan 5  paparan  yang berbicara tentang upaya-upaya Pemerintah  Provinsi Jawa Barat, Kabupaten Sukabumi, masyarakat, serta  mitra kerja dalam  konservasi, edukasi, pemberdayaan  masyarakat, pelestarian lingkungan, serta  pengembangan pariwisata di kawasan CPUGG,  

Event kedua, yakni Geofair yang diikuti oleh CPUGG dan digelar oleh  UNESCO selama konferensi berlangsung, dikunjungi ribuan pengunjung termasuk para asessor UNESCO. Pada kesempatan ini CPUGG menampilkan potensi geologi, hayati, dan budaya.  Stand pameran CPUGG merupakan stand yang paling banyak dikunjungi.

"Banyak informasi dan cinderamata bisa diperoleh di boot CPUGG, diantaranya buku, booklet, leaflet, postcard, bookmark, geofood dan geoproduct CPUGG berupa minuman kopi jampang, bandrek bako jampang, beras hitam, beras merah, makanan camilan, syal batik pajampangan, iket batik jampang, kalung batik jampang, kipas CPUGG, bagtag CPUGG, dll. Dan yang paling menyedot perhatian adalah disediakannya fotoboot dengan background  curug  dan langsung diprintout di tempat," katanya.

Turut serta dalam rombongan delegasi RI Antara lain Wamen Setkab, Kepala Biro Informasi dan Hukum Kemenko Bidang Kemaritiman, Perwakilan Kementerian Perdagangan, Kemenpar, KESDM, Perwakilan KBRI Roma, pemerintah provinsi Jabar, Sumatera Utara, NTB, pemerintah Kabupaten Raja Ampat, Dompu, Sukabumi, Belitung dan Belitung Timur, serta dari swasta.

"Dalam event Geo-fair, kita promosikan seluruh potensi CPUGG, dan alhamdulillah sampai detik terakhir penutupan boot CPUGG tetap dipenuhi pengunjung," tandasnya.

Pada kesempatan UGG Conference dijajaki juga kerjasama program antara CPUGG  dengan  Langkawi UGG Malaysia yang akan ditindak lanjuti pada bulan Oktober 2018, serta Muroto UGG dan Izu Peninsula Jepang yang akan ditindak lanjut Desember 2018 pungkas.  

Adapun komitmen kerjasama yang akan dibuat:

1. Kerjasama Implementasi Sistem Manajemen Pengelolaan Geopark

2. Pengembangan SDM pengelola geopark serta komunitas

3. Promosi Jaringan Geopark Internasional

4. Mitra Geopark dalam Kerjasama Pembangunan Fasilitas dan Infrastuktur.

Editor: H. Dicky Aditya

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR