180416201556-ciletuh-dan-gunung-rinjani-diakui-sebagai-geopark-dunia-oleh-unesco.jpg

Kemenpar

Ciletuh

Ciletuh dan Gunung Rinjani Diakui Sebagai Geopark Dunia oleh UNESCO

Pariwisata

Senin, 16 April 2018 | 20:15 WIB

Wartawan: Brilliant Awal

KAWASAN Geopark Ciletuh Palabuhanratu dan Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat (NTB), akhirnya ditetapkan sebagai anggota baru geopark dunia dalam sidang Unesco Executive Board, Kamis (12/4/2018), di Paris, Prancis.

Bupati Sukabumi, Jawa Barat, Marwan Hamami mengatakan Geopark Ciletuh Palabuhanratu paling tercepat di Indonesia diakui United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO).

"Hanya kurun waktu tidak lebih dari tiga tahun Geopark Ciletuh Palabuhanratu menjadi diresmikan UNESCO menjadi global geopark atau geopark dunia," katanya di Sukabumi, Senin (16/4/2018).

Menurutnya, sebenarnya banyak daerah lain di Indonesia bahkan negara lain di dunia yang mengusulkan geoparknya menjadi global geopark tetapi rata-rata waktunya mencapai 10 tahun.

Namun, berkat kerja sama semua pihak khususnya Tim Percepatan Geopark, maka semua tahapan dan persyaratan bisa dilalui dengan sempurna dan cepat.

Sementara itu, General Manager Geopark Rinjani, Chairul Mahsul berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu pencapaian Rinjani sebagai geopark dunia tersebut. Tanda-tanda Gunung Rinjani akan menjadi Global Geopark sebenarnya telah terlihat yaitu saat NTB ditunjuk sebagai tuan rumah Asia Pasific Geopark Network Symposium atau, pertemuan seluruh anggota Geopark se-Asia Pasific pada 2019.

"Secara de facto, Gunung Rinjani sudah masuk menjadi geopark dunia sejak ditunjuknya NTB menjadi tuan rumah kegiatan Asia Pasific Geopark Network Symposium pada 2019. Namun pengumuman resminya dikeluarkan pada April 2018. Sedangkan penyerahan piagam sebagai anggota baru geopark dunia akan dilaksanakan di Italia, September 2018," imbuhnya.

Dengan peningkatan status tersebut, kata dia, bakal ada perubahan di Kawasan Gunung Rinjani. Salah satunya, kawasan Gunung Rinjani akan semakin dipromosikan ke masyarakat internasional termasuk juga di ratusan geopark dunia lainnya. Hal ini, katanya, tentu berimbas pada sektor pariwisata NTB.

"Di seluruh dunia ini ada ratusan Unesco Global Geopark. Dengan masuknya Gunung Rinjani menjadi Unesco Global Geopark tentu menjadi ajang promosi yang efektif terutama bagi sektor kepariwisataan NTB. Tentunya, akan semakin banyak wisatawan internasional yang tertarik untuk berkunjung Gunung Rinjani," ujarnya.

Kepala Dinas Pariwisata NTB, Lalu Muhammad Faozal menyambut gembira penetapan tersebut. Menurut dia, perjuangan Pemprov NTB sejak 2013 terbayar sudah dan diharapkan gaung Gunung Rinjani akan makin santer terdengar di dunia.

"Ini merupakan hal positif. Kawasan Gunung Rinjani akan makin mendunia. Imbasnya adalah peningkatan kunjungan wisata. Kalau sudah begitu porter, masyarakat yang punya homestay, kuliner, transport semuanya hidup, dan timbulkan efek domino yang luar biasa," ujar Faozal.

Menteri Pariwisata Arief juga menyambut baik dengan semakin banyak pengakuan dunia yang mampir ke Indonesia, semakin menaikkan pamor Indonesia. Penetapan ini juga diharapkannya akan meningkatkan kujungan wisatawan ke NTB yang imbasnya tentu peningkatan ekonomi NTB.

"Benchmark-nya ada China maupun Korea yang berhasil mengembangkan geopark. China berhasil mengembangkan Yuntaishan Geopark semula tahun 2000 dikunjungi 200 ribu wisatawan, meningkat menjadi 1,25 juta wisatawan dengan perolehan devisa sebesar 90 juta dolar AS pada 2004, setelah dua tahun bergabung dengan GGN UNESCO," katanya.

Begitu pula Jeju Island Geopark di Korea Selatan yang pada 2011 dikunjungi 7 juta wisatawan. "Saya yakin Kawasan Gunung Rinjani bakal makin nge-hits lagi," kata Arief dikutip Antara.

Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:



BERITA LAINNYA

KOMENTAR