Lima Instruktur Safety Riding Indonesia Siap Berlaga di Jepang

Otomotif

Rabu, 2 Oktober 2019 | 08:53 WIB

191002085409-lima-.jpg

ist

LIMA instruktur safety riding Honda binaan PT Astra Honda Motor (AHM) siap menguji keterampilan berkendara dalam gelaran kompetisi The 20th Safety Japan Instructors Competition 2019 di Suzuka Circuit Traffic Education Center, Jepang  3-4 Oktober 2019. Pada kompetisi ini, perwakilan Indonesia akan turun di 3 kelas bergengsi yakni kelas 750cc, 400cc dan 125cc.

Dalam rilis yang diterima galamedianews, para peserta perwakilan Indonesia ini merupakan pemenang kompetisi Astra Honda Safety riding Instructor Competition (AH-SRIC). Bersama mereka juga akan turut berlaga dua instruktur safety riding AHM. Samsul Falah dari main dealer PT Wahana Makmur Sejati yang merupakan jawara di kategori Safety riding Center Main Dealer Honda pada AH-SRIC siap berkompetisi di Jepang pada kelas 125cc dengan menggunakan Honda MSX125.

Sementara itu, pemenang pertama kategori Big Bike AH-SRIC yakni I Gusti Ngurah Agung Iswahyudi dari Astra Motor Denpasar, serta Ibnu Fachrizal asal Astra Motor Samarinda yang merupakan juara pertama kelas 400cc pada ajang Safety Japan Instructors Competition 2018 siap mempertahankan gelar juaranya di kelas 400cc dengan motor Honda CB400SF. Pada kelas tertinggi yakni 750cc yang menggunakan Honda NC750, Indonesia akan diwakili oleh Hendrik Ferianto dan Deni Surahman dari Safety riding AHM.

Deputy General Manager Marketing Planning and Analysis AHM Andy Wijaya mengatakan sebelum berkompetisi, berbagai persiapan telah dilakukan oleh para peserta guna memberikan hasil yang terbaik bagi bangsa Indonesia. Selain berlatih, salah satu bekal terbesar yakni para instruktur telah terbiasa dengan mengimplementasikan teknik berkendara yang aman dan nyaman di jalan raya dalam beraktivitas sehari-hari.

Kompetisi the 20th Safety Japan Instructors Competition 2019 juga diikuti para instruktur terbaik dari 9 negara lainnya yakni Singapore, Malaysia, Thailand, Philippines, Vietnam, India, Taiwan, Australia dan Turki. Para peserta akan diuji mengenai pengetahun terkait keselamatan dan keterampilan berkendara dalam ujian praktik serta ujian melakukan edukasi keselamatan berkendara. Pada ujian edukasi, para peserta dituntut untuk memiliki kemampuan untuk mengajar dalam berbagai kasus yang diberikan oleh tim juri.

Sedangkan pada uji praktik, para peserta akan diuji kemampuannya melalui uji dalam keterampilan berkendara mencakup teknik pengereman, kestabilan diatas motor, pengoperasian sepeda motor dan posisi berkendara yang baik dan benar dalam berbagai kondisi dalam sesi praktik braking, slalom course dan low speed balance.

Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA