Karma Rusia Berlanjut, Dipermalukan Tim Sendiri Karier Vettel di Ferrari Dianggap Sia-sia

Otomotif

Selasa, 1 Oktober 2019 | 14:32 WIB

191001143207-drama.jpg

dailymail

Vettel bersama Leclerc dan Marko.

Bergabung di pabrikan mentereng Ferrari dengan fee tak kurang dari £37 juta atau Rp 612 miliar per tahun, karier Sebastian Vettel disebut tamat. Setidaknya jika pebalap Jerman itu masih bertahan dengan tim Kuda Jingkrak. Demikian dikatakan analis Red Bull, Helmut Marko.  Ini menyusul apa yang terjadi di Grand Prix Rusia lalu.

Dikutip dari DailyMail kemarin, Marko bukan sosok yang tak asing bagi Vettel. Mendampingi sejak masih junior, Marko ikut mengantarnya hingga debut bersama Toro Rosso musim 2007. Hasilnya Vettel  mencatatkan empat gelar juara dan namanya pun melesat di jajaran top driver.  Namun reputasi tersebut lenyap di balapan seri terakhir akhir pekan lalu di Negeri Beruang Merah.

Sebastian Vettel banjir simpati.

Bersama Marko di Red Bull.

Seperti pengamat lainnya, Marko dibuat tak percaya dengan apa yang dilakukan Ferrari pada Vettel. Ia menilai tak hanya mengorbankan, pabrikan Italia itu juga telah mempermalukan  Vettel. Meski mengantongi penghasilan wah, tanpa trofi bagi Marko apa yang dilakukan Vetter sia-sia belaka. Ini karena meski Vettel menjadi pebalap pertama tapi tim Scuderia memintanya mengalah untuk rekan satu timnya.

Sebelum balapan dimulai, Vettel diinstruksikan untuk memberi jalan pada koleganya, pebalap muda Charles Leclerc jika ia bisa melesat ke posisi satu dari pole position tiga. Leclerc yang kini berusia 21 tahun dan dua kali memenangi trofi musim ini berada di urutan enam. Meski diakui sebagai bintang muda tetapi team order yang dilakukan demi kemungkinan juara bagi Leclerc itu dianggap keterlaluan.

Dipermalukan dan dikorbankan?

Hasilnya pebalap McLaren, Lewis Hamilton menjuarai Grand Prix Rusia, sementara Vettel mengalami gagal mesin. Marko pun melayangkan kritik pedas untuk strategi Ferrari yang tak membuahkan hasil itu. “Ferrari ‘berhasil gagal’ meski memiliki mobil tercepat. Dan meski menjadi pebalap tercepat, mereka mengorbankan  Sebastian. Dia tak punya lagi masa depan bersama Ferrari,” ujarnya.

Vettel sendiri hanya satu kali merasakan juara dalam 13 bulan terakhir. Pebalap berusia 32 tahun itu meneken kontrak dengan Ferrari hingga akhir 2020. Tapi apa yang tersaji di Rusia sepertinya tak menjamin kerja sama bakal berlanjut. Komentar yang tak terlalu positif pun datang dari mantan juara dunia 1997, Jacques Villeneuve.

Karma Hamilton.

“Setingan Vettel sudah oke untuk balapan dan jauh lebih cepat. Tapi kini Ferrari menghadapi masalah serius. Mereka tidak perlu menginstruksikan Vettel bertukar tempat seperrt itu lalu menghabiskan sepanjang balapan memikirkan bagaimana Leclerc bisa tetap bertahan di depan. Pada akhirnya karma yang menghukum Ferrari. Vettel jauh lebih cepat dan berhak memimpin,” papar Villeneuve. Sempat muncul isu comeback ke Red Bull, bos tim Christian Horner menampiknya.

Hmm..

Editor: Mia Fahrani

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA