Jangan Lupa Cek Tekanan Angin Ban

Otomotif

Rabu, 12 Juni 2019 | 18:35 WIB

190612183919-janga.jpg

liputan6.com

BAN merupakan satu-satunya komponen yang bersentuhan langsung dengan aspal, sehingga perannya sangat penting. Jika tekanan anginnya tak sesuai, sebaiknya Anda tidak memaksa kendaraan untuk melaju terus. Ini bisa membuat pelek mobil Anda menjadi rusak.

Selain itu, jika tekanan ban tidak sesuai rekomendasi pabrikan, ini akan sangat berbahaya untuk keamanan penumpang dan pengemudi.

Dikutip mobil88, dampak ban kempes lainnya bisa membuat sistem handling terganggu atau penggunaan bahan bakar jadi lebih boros.

Baca Juga: Chevrolet Siap Gunakan Ban Anti-Kempes Michelin Tahun 2024

Lalu bagaimana cara mengecek tekanan ban?

Ban dengan angin nitrogen diklaim punya berbagai keunggulan, di antaranya ban jadi lebih stabil dan tahan terhadap perubahan suhu udara.

Namun, tetap saja, tekanan yang tidak proporsional akan berdampak buruk terhadap kestabilan mobil.

Jika tekanan angin lebih rendah dari rekomendasi pabrikan, ban mobil bisa meletus di tengah jalan. Sebaliknya, tekanan yang berlebihan akan mengakibatkan mobil susah dikendarai dan berakibat pada rusaknya ban mobil.

Baca Juga: Selamat Tinggal Ban Tubeless, Dijamin Bebas Angin Ini Tampilan Ban Anti-Kempes Teranyar Michelin

Karena itu, Anda harus memperhatikan tekanan angin pada ban dengan cara melakukan pengecekan ban secara rutin.

Namun, kita harus menggunakan alat khusus yang ditempelkan pada katup (pentil) ban untuk kemudian mengukur tekanan ban.

Setelah mendapatkan angka tekanannya, kita tinggal mencocokkan angka tersebut dengan yang direkomendasikan oleh pabrikan. Umumnya, rekomendasi tekanan ban ditempel di bagian pintu pengemudi. Angkanya lengkap untuk semua ban, depan dan belakang.

Sebaiknya, pengecekan tersebut dilakukan ketika ban mobil dalam keadaan dingin karena suhu panas akan mempengaruhi tekanan ban. Setelah dicek, tunggulah minimal satu jam sebelum mobil digunakan. Dengan begitu, mobil pun akan lebih awet.

Sumber: liputan6.com

Editor: Endan Suhendra

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR