Teten Masduki: Anak Petani Garut yang Kini Menjadi Menteri Jokowi

Nasional

Rabu, 23 Oktober 2019 | 09:50 WIB

191023095150-teten.jpg

kabar24.com

Teten Masduki

SELAIN menunjuk Agus Gumiwang Kartasasmita, JOKO Widodo menunjuk satu putra berdarah Sunda, Teten Masduki menjadi menteri. Teten ditunjuk menjadi Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kabinet Indonesia Maju.

Dari penelusuran galamedianews, Teten Masduki lahir di Garut, Jawa Barat, 6 Mei 1963. Sebelum menjadi menteri, ia pernah menjabat sebagai Kepala Staf Kepresidenan Indonesia sejak 2 September 2015 hingga 17 Januari 2018.

Terlahir dari keluarga petani, masa kecil Teten dihabiskan di Kecamatan Balubur Limbangan, Garut, Jawa Barat. Setamat dari SMAN 1 Garut ia kuliah di IKIP Bandung, mengambil jurusan kimia.

Kesadaran terhadap masalah-masalah sosial sudah tumbuh sejak SMA. Saat kuliah ia sering ikut kelompok diskusi, mempelajari teori-teori dari yang kiri sampai yang kanan. Sekitar 1985, Teten ikut aksi demontrasi membela petani di Garut, yang tanahnya dirampas.

Teten juga pernah mencalonkan diri sebagai Wakil Gubernur Jawa Barat mendampingi calon Gubernu Jabar, Rieke Dyah Pitaloka pada 2013 lalu.

Nama Teten mencuat ketika Indonesia Corruption Watch (ICW), yang dipimpinnya, membongkar kasus suap yang melibatkan Jaksa Agung (saat itu) Andi M. Ghalib pada masa pemerintahan B.J. Habibie.

Baca Juga: Agus Gumiwang Kartasasmita, Putra Berdarah Sunda yang Kembali Dipilih Jokowi

Inilah pertama kalinya dalam sejarah sebuah lembaga seperti ICW bisa memaksa seorang pejabat tinggi negara turun dari jabatannya. Berkat kegigihannya mengungkap kasus tersebut, Teten dianugerahi Suardi Tasrif Award 1999.

Berikut jejak rekam Teten:
- Jurusan Matematika dan Ilmu Kimia, IKIP Bandung (1987)
- Kursus selama tiga bulan tentang kepemimpinan LSM di El Taller, Tunisa(1989)
- Staf peneliti pada Institut Studi dan Informasi Hak Asasi Manusia (1978-1989)

Penghargaan
- Suardi Tasrif Award 1999
- Alumni Berprestasi IKIP Bandung 2000
- Penghargaan Ramon Magsaysay, 2005

Editor: Brilliant Awal



Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA