Sarjana yang Tidak Siap dan Sigap akan Ditinggalkan 

Nasional

Sabtu, 19 Oktober 2019 | 20:25 WIB

191019200935-sarja.jpg


PARA sarjana baru lulusan perguruan tinggi, saat ini dituntut untuk bergerak cepat dalam menghadapi era industri. Kalau sebagai sarjana tidak siap dan sigap mengantisipasi perubahan, dia pasti akan ditinggalkan. 

"Dunia telah berubah maju dengan cepat. Kalau sarjana baru tidak siap dan sigap mengantisipasi pasti akan ditinggalkan. Karena itu, para sarjana jangan berhenti belajar, karena kehidupan tidak pernah berhenti memberikan pelajaran," kata Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Prof. Dr. Jamal Wiwoho, di depan 1.803 orang sarjana baru yang diwisuda di Auditorium GPH Haryo Mataram kampus Kentingan, Sabtu (19/10/2019). 

Sebelumnya, Rektor UNS menyatakan, di era industri 4.0 saat ini penetrasi dunia berlangsung sangat dinamis dan cepat dengan dukungan kemajuan teknologi dan big data. Hal itu berarti, tuntutan agar kelak manusia menjadi  tangguh dan hebat dalam ilmu dan teknologi tidak mengada-ada.

Menurut Prof. Jamal, di tengah perkembangan dunia tersebut perguruan tinggi juga harus siap menghadapi perubahan dan tantangan. Dalam menghadapi tantangan itu, katanya, UNS telah menyiapkan dua kebijakan penting berupa akselerasi orientasi sistem pembelajaran berbasis 4.0 dan akselerasi pengembangan institusi, penguatan literasi data, dan teknologi.

"Pada dasarnya, pendidikan tinggi harus meningkatkan peran dan posisi di tengah masyarakat. Pendidikan tinggi dituntut untuk lebih menyeimbangkan perannya, di satu sisi sebagai pusat intelektualitas, di sisi lain harus menjaga peran agar tetap relevan dengan kondisi kekinian," tandasnya. 

Dalam kaitan itu, Prof. Jamal Wiwoho memandang, perguruan tinggi perlu diintegrasikan dengan industri serta perlu didukung kurikulum dan penguatan sistem informasi untuk menjembatani. Para sarjana baru diingatkan, dunia kampus adalah sebagian kecil kehidupan yang mereka lalui, tetapi yang sebagian kecil itu harus mampu menjadikan sarjana terus berpikir bahwa hidup terlalu singkat jika tidak berguna bagi masyarakat. Rektor UNS juga mengapresiasi para wisudawan yang meraih prestasi di tingkat nasional maupun internasional.

Dia menyebut beberapa nama, seperti Alifiyatul Fithri, SSi yang meraih juara di kompetisi internasional "Korea International Woman Invention and Exposition", kemudian Arifah Eviyanti, AMd.P yang meraih medali emas dalam "Japan Design Invention Expo" (JDIE) 2018 dan Khoirul Umam, SS dari Fakultas Ilmu Budaya yang meraih juara 3 Kompetisi Bahasa Indonesia tingkat Internasional kategori resensi. 

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA